Warga Medan Tenggara Resah Akibat Gangguan Pasokan Air PDAM
Warga di Lingkungan IX, Kelurahan Medan Tenggara (Menteng), Kecamatan Medan Denai, mengalami gangguan pasokan air dari PDAM Tirtanadi selama dua hari terakhir. Masalah ini terutama dirasakan oleh warga di Jalan Jermal 15 dan Jalan Keramat Indah. Mereka mengaku sudah melaporkan kondisi tersebut kepada pihak Perumda Tirtanadi, tetapi hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas.
“Sudah dua hari ini air mati total. Kami terpaksa beli air galon untuk mandi dan mencuci piring,” keluh Irvan, warga Jalan Keramat Indah, kepada wartawan, Sabtu 18 Oktober 2025. Keluhan serupa disampaikan Adek dan Juhari, dua warga lain yang juga terdampak. Mereka berharap pihak Tirtanadi segera memperbaiki layanan agar pasokan air bersih kembali normal.
Sudah Dilaporkan, Tapi Belum Ada Jawaban
Informasi mengenai gangguan air ini sudah diteruskan ke Sekretaris Perusahaan (Sekper) PDAM Tirtanadi dan juga ke Kepala Cabang (Kacab) Medan Denai, Siti Zainab. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan atau Kacab Perumda Tirtanadi Medan Denai, Siti Zainab belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab dan estimasi perbaikan.
Padahal, air bersih merupakan kebutuhan dasar warga. “Kami bayar tagihan tiap bulan, tapi kalau air mati berhari-hari begini, ya bagaimana,” ujar Irvan dengan nada kesal. Hingga malam, Kacab Perumda Tirtanadi Medan Denai, Siti Zainab akhirnya membalas pesan WhatsApp Pikiran Rakyat Medan, dan memberikan informasi kalau matinya air dikarenakan adanya gangguan aliran listrik PLN di Booster Garu I sehingga air kecil dan mati.

Ironi di Tengah Kampanye Digitalisasi Layanan
Yang membuat warga makin heran, keluhan ini muncul justru saat Perumda Tirtanadi gencar mempromosikan layanan “Tak Perlu Ribet, Pasang Sambungan Air Kini Semudah Klik di Ponsel” melalui kanal YouTube resminya. Dalam video itu, Tirtanadi memperkenalkan sistem pendaftaran sambungan air bersih berbasis digital yang diklaim lebih cepat, transparan, dan efisien.
Lewat aplikasi My Tirtanadi atau situs www.tirtanadi.co.id, warga bisa mendaftar, memantau survei lokasi, hingga melakukan pembayaran secara online. Prosesnya diklaim hanya butuh beberapa langkah dari ponsel.

Prosedur Mudah, Tapi Layanan Masih Dikeluhkan
Dalam sistem baru itu, calon pelanggan cukup mengisi data KTP dan mengunggah formulir digital. Setelah itu, tim Tirtanadi akan melakukan survei cepat dan menentukan biaya pemasangan secara transparan. Pembayaran juga dilakukan melalui kanal resmi agar aman dari pungutan liar. Setelah proses selesai, petugas akan mengaktifkan sambungan air ke rumah pelanggan.
Konsepnya memang modern dan praktis. Namun bagi warga Jermal 15 dan Keramat Indah, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik. Mereka harus menunggu berhari-hari tanpa kepastian, bahkan sekadar informasi penyebab gangguan pun tak kunjung datang.
“Aplikasi boleh canggih, tapi kalau air mati terus, percuma juga,” sindir salah seorang warga.
Harapan Warga: Jangan Hanya Hebat di Iklan
Masyarakat berharap PDAM Tirtanadi tak hanya sibuk mempercantik promosi digital, tapi juga serius meningkatkan kualitas layanan di lapangan. “Kalau bisa, Tirtanadi juga bikin fitur pengaduan cepat di aplikasinya. Jadi kami bisa tahu kapan air mengalir lagi,” tambah Irvan.
Sampai kini, air di wilayah tersebut belum juga mengalir, dan warga terpaksa menampung air dari tetangga atau membeli air isi ulang untuk kebutuhan sehari-hari.


Tinggalkan Balasan