Lokasi Bangkai KM Putri Sakinah Mulai Terkuak
Lokasi bangkai KM Putri Sakinah yang mengangkut pelatih tim Valencia Putri B mulai terungkap. Hal ini terjadi setelah tim SAR Gabungan menemukan serpihan kapal di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Temuan ini terjadi pada hari kelima operasi pencarian, yaitu Selasa (30/12), dan menjadi dasar penguatan strategi pencarian terhadap tiga warga Spanyol yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Pantauan oleh Timor Express menunjukkan bahwa serpihan berupa bagian dinding kapal ditemukan pada pukul 08.12 Wita oleh Tim Rigid Buoyancy Boat (RBB) Ditpolairud Polda NTT. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa bangkai KM Putri Sakinah berada di dasar laut sekitar lokasi kejadian. Dengan demikian, fokus pencarian beralih ke penyisiran pulau-pulau terdekat dan operasi penyelaman intensif.
Kepala SAR Maumere, Fathur Rahman, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan forensik dari Tim Posko Antemortem DVI Polres Manggarai Barat telah memastikan satu jenazah yang ditemukan sehari sebelumnya merupakan salah satu dari empat WNA Spanyol korban tenggelamnya KM Putri Sakinah pada 26 Desember 2025 lalu.
“Dengan telah teridentifikasinya satu korban WNA Spanyol, saat ini Tim SAR Gabungan berfokus penuh pada pencarian tiga WNA Spanyol lainnya, dengan pola penyisiran pulau-pulau terdekat dari Pulau Padar dan penyelaman di titik-titik yang dicurigai,” ujar Fathur Rahman.
Untuk memaksimalkan pencarian, jumlah personel penyelam profesional ditambah. Sebanyak 11 penyelam diterjunkan dan dibagi ke dalam tiga SAR Rescue Unit (SRU) penyelaman. Operasi menggunakan armada Sea Rider milik Lanal Labuan Bajo, Polairud Polda NTT, dan KSOP Labuan Bajo.
Para penyelam berasal dari berbagai komunitas dan unsur profesional, yakni Sea Creatures, Scuba Republic, Scuba Go, Alexa Phinisi, Azul Komodo, Red Whale, Papiton Dive, serta rescuer Kantor SAR Maumere.
“Penyelaman dibagi di tiga titik utama, yakni SRU 1 di Perairan Utara Pulau Serai, SRU 2 di Perairan Timur Pulau Padar, dan SRU 3 di Perairan Selatan Pulau Serai,” tambah Fathur Rahman.
Selain penyelaman, Tim SAR Gabungan juga mengerahkan teknologi pencarian bawah laut, termasuk seabob dan sonar milik Ditpolairud Polda NTT. Alat tersebut bisa mendeteksi keberadaan bangkai kapal.
Sebanyak 12 unit kapal dikerahkan guna melakukan penyisiran laut secara intensif, khususnya di wilayah utara Pulau Padar, serta didukung drone thermal untuk pemantauan udara.
Hingga berita ini diturunkan, operasi SAR masih terus berlangsung. Kedutaan Besar Spanyol dan keluarga korban turut memantau langsung jalannya operasi.
Sebelum Tim SAR Gabungan bergerak ke lokasi pencarian, perwakilan keluarga korban sempat bertemu tim di atas KN SAR Puntadewa 250. Mereka menyampaikan harapan besar agar pencarian hari ini membuahkan hasil.


Tinggalkan Balasan