Wisata Kuliner di Pasar Beringharjo yang Harus Dicoba

Yogyakarta memang tak pernah kehabisan pesona. Selain Malioboro yang ikonik dan selalu ramai dikunjungi wisatawan, ada satu tempat yang menjadi bagian penting dari denyut kehidupan kota ini, yaitu Pasar Beringharjo. Bukan hanya pusat batik dan oleh-oleh, pasar ini juga menyimpan surga kuliner yang menggoda lidah para pecinta makanan tradisional.

Bagi wisatawan yang ingin mencicipi cita rasa khas Jogja, kuliner di Pasar Beringharjo wajib masuk dalam daftar kunjungan. Mulai dari minuman segar legendaris, makanan tradisional, hingga hidangan khas yang melegenda puluhan tahun.

Berikut adalah deretan 10 kuliner legendaris di Pasar Beringharjo Yogyakarta yang wajib kamu coba minimal sekali seumur hidup:

1. Es Dawet Mbah Hari – Kesegaran Legendaris Sejak Puluhan Tahun Lalu

Siapa yang tidak kenal dengan Es Dawet Mbah Hari? Penjual legendaris ini sudah berjualan sejak usia 12 tahun dan kini berumur lebih dari 70 tahun. Berlokasi di pintu utara Pasar Beringharjo, es dawetnya berisi cendol, cincau hijau, nangka, santan, dan gula merah. Rasanya manis, gurih, dan menyegarkan — cocok untuk menghilangkan dahaga setelah berkeliling pasar. Dengan harga hanya Rp5.000-an per mangkuk, tidak heran jika antrian pembeli tak pernah sepi.

2. Sego Empal Bu Warno – Gurihnya Daging Empuk yang Melegenda

Hidangan ini wajib dicoba bagi pencinta kuliner tradisional. Daging empal direbus selama enam jam di atas tungku kayu agar empuk, lalu digoreng dan disajikan bersama nasi putih hangat. Terletak di selatan area parkir lantai dua Pasar Beringharjo, warung ini buka pukul 08.00–15.00 WIB. Satu porsi Sego Empal Bu Warno dibanderol sekitar Rp10.000, lengkap dengan pilihan lauk babat, paru, atau jeroan.

3. Gado-Gado Bu Hadi – Legendaris dengan Es Kopior Menyegarkan

Warung Bu Hadi dikenal dengan gado-gado khasnya yang menggunakan bumbu kacang racikan sendiri. Isinya lengkap — kupat, tahu, kentang, kol, telur, dan timun segar. Sebagai pelengkap, ada Es Kopior, minuman kelapa muda unik dengan tekstur lembut dan segar. Satu porsi gado-gado dibanderol Rp15.000, sementara es kopior hanya Rp10.000. Lokasinya berseberangan langsung dengan warung Sego Empal Bu Warno.

4. Soto Piitis Mbah Galak – Pedasnya Cabe Setan yang Melegenda

Nama “Piitis” berasal dari cara pembuatannya, yaitu cabe setan yang “dipiitis” (dihancurkan) sebelum dicampurkan ke kuah soto. Rasa gurih berpadu pedas membuat soto ini punya penggemar tersendiri. Terletak di lantai satu sisi selatan Pasar Beringharjo, warung ini buka dari pukul 07.00–15.00 WIB. Cukup dengan Rp9.000, kamu sudah bisa menikmati seporsi soto hangat yang bikin ketagihan.

5. Sate Kere – Sensasi Gurih Lemak Bakar yang Menggoda

Sate ini unik karena terbuat dari gajih (lemak sapi) yang dibakar dengan bumbu kecap dan rempah. Rasanya kenyal, gurih, dan sedikit manis. Harga satu tusuk sate gajih hanya Rp3.000, sementara sate daging atau hati dijual Rp4.000. Penjual sate kere di Beringharjo hanya satu, jadi kalau datang siang hari, sering kali sudah habis.

6. Bakmi Pentil Bu Marzuki – Kenyal, Unik, dan Bikin Nostalgia

Bakmi Pentil dinamai demikian karena teksturnya yang kenyal seperti pentil karet. Terbuat dari tepung tapioka, mie ini disajikan dengan bawang goreng dan sambal mentah pedas. Harga per bungkus mulai dari Rp5.000–Rp10.000, tergantung porsi. Bu Marzuki bisa kamu temui di pintu selatan pasar — pastikan datang pagi agar tidak kehabisan!

7. Burung Puyuh Bacem Bu Marzuki – Manis Gurihnya Bikin Nagih

Selain menjual bakmi pentil, Bu Marzuki juga menawarkan burung puyuh bacem yang empuk dan manis gurih. Harga per ekor mulai dari Rp7.500–Rp10.000, tergantung ukuran. Burung puyuh ini bisa langsung dimakan atau digoreng kembali di rumah. Cocok dijadikan oleh-oleh khas Jogja yang unik.

8. Sup Kembang Waru – Hidangan Langka dengan Cita Rasa Klasik

Sup ini termasuk kuliner eksklusif di Pasar Beringharjo. Isinya terdiri dari wortel, kentang, rolade, dan taburan bawang goreng. Kuah kaldu sapi yang gurih berpadu dengan aroma rempah seperti jahe dan pala. Harga seporsinya Rp10.000 saja, dan kamu bisa menambahkan ceker atau kepala ayam sesuai selera.

9. Pecel Senggol – Kuliner Tradisional yang Bikin Ramai Pengunjung

Disebut “Pecel Senggol” karena lokasinya di depan pintu barat pasar, tempat orang sering bersenggolan saat membeli. Sayurannya lengkap: daun pepaya, kenikir, kecambah, dan bunga turi, disiram dengan bumbu kacang khas Jawa. Harga seporsinya Rp10.000, dan bisa ditambah lauk seperti sate jamur, tahu, atau tempe bacem.

10. Kerasikan – Oleh-Oleh Tradisional Manis dan Kenyal

Sebagai penutup, jangan lupa membawa pulang Kerasikan, jajanan tradisional dari ketan, kelapa parut, dan gula merah. Teksturnya kenyal dan sedikit renyah, cocok untuk camilan atau oleh-oleh keluarga. Harga satu bungkus Rp7.500, bisa ditemukan di kios oleh-oleh sekitar pasar.