Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan perbaikan dan pembenahan terhadap kawasan Kota Tua. Perbaikan ini akan melibatkan pihak pemerintah pusat agar pelaksanaannya bisa lebih optimal dan efektif.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa proses perbaikan kawasan bersejarah ini tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Oleh karena itu, pihaknya akan membentuk satuan tugas (satgas) khusus yang akan bertanggung jawab dalam menjalankan rencana tersebut.
“Kami sudah sepakat untuk membentuk task force (satgas) yang terdiri dari pemerintah pusat dan pemerintah DKI Jakarta. Dalam prosesnya, pasti juga akan ada BUMN, BUMD, dan swasta,” ujarnya saat berada di kawasan Kota Tua, dikutip dari sumber tertentu.
Menurut Pramono, satgas tersebut akan bertugas untuk menentukan pembagian tugas antara pemerintah pusat dan daerah dalam melaksanakan pembenahan kawasan. Selain itu, satgas juga akan memastikan peran serta partisipasi pihak swasta dalam proyek ini.
Pramono menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan mulai melakukan perbaikan infrastruktur dasar di kawasan Kota Tua pada awal 2026. Infrastruktur yang akan diperbaiki antara lain jalan, sungai, dan jalur pedestrian.
“Sehingga dengan demikian, kawasan ini benar-benar siap menjadi tempat baru dan hub baru bagi Jakarta. Kami ingin semua masyarakat bisa menikmati kawasan ini, tetapi juga ingin menarik minat para turis dari Eropa Barat, Eropa Timur, Asia seperti Jepang dan Tiongkok, serta negara-negara lainnya,” katanya.
Di sisi lain, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Pemprov DKI Jakarta dalam menghidupkan kembali kawasan Kota Tua. Menurutnya, kawasan ini memiliki potensi besar untuk menjadi ikon baru Jakarta.
“Tentunya kami akan mendukung penuh inisiatif ini. Karena kita melihat beberapa gedung di kawasan ini dimiliki oleh BUMN seperti Mandiri, PT POS, PT KAI, dan lain-lain,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan merencanakan perbaikan terhadap gedung-gedung BUMN yang ada di kawasan Kota Tua. Namun, perbaikan tersebut harus sesuai dengan standar kawasan cagar budaya.
“Kami akan terus berkomunikasi, berkoordinasi, dan berkolaborasi agar rencana yang akan direncanakan bersama dapat dilaksanakan sesuai dengan peran masing-masing,” tambahnya.
Perbaikan kawasan Kota Tua tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pengembangan wisata dan ekonomi lokal. Dengan adanya perbaikan yang dilakukan, diharapkan kawasan ini dapat menjadi salah satu destinasi utama yang menarik minat wisatawan baik lokal maupun internasional.
Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan pihak swasta sangat penting untuk memastikan keberlanjutan dan kesuksesan proyek ini. Dengan komitmen yang kuat dari semua pihak, diharapkan kawasan Kota Tua akan kembali bangkit dan menjadi bagian penting dari identitas Jakarta.


Tinggalkan Balasan