Gempa Bumi di Pulau Siberut dan Kabupaten Solok, Sumatera Barat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang mencatat beberapa kejadian gempa bumi di wilayah Provinsi Sumatera Barat. Dalam beberapa hari terakhir, wilayah Pulau Siberut dan Kabupaten Solok dilaporkan mengalami gempa dengan magnitudo berbeda.

Pada Senin (20/10/2025), sekitar pukul 09.15 WIB, terjadi gempa bumi dengan magnitudo 3,0 di Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai. Kepala BMKG Padang Panjang, Suaidi Ahadi, menyampaikan informasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa episenter gempa berada pada koordinat 1.55° LS;99.48° BT atau berlokasi di darat, sejauh 49 km tenggara Pulau Siberut. Gempa ini terjadi pada kedalaman 15 kilometer.

Sebelumnya, pada Minggu (19/10/2025), sekitar pukul 22.59 WIB, terjadi gempa bumi dengan magnitudo 2,2 di Kabupaten Solok. Episenter gempa berada pada koordinat 1.02° LS;100.74° BT atau berlokasi di darat, sejauh 15 km barat daya Kabupaten Solok. Gempa ini terjadi pada kedalaman 9 kilometer.

Skala MMI: Pengukuran Kekuatan Gempa

Setiap kejadian gempa selalu diikuti dengan skala MMI (Modified Mercalli Intensity) untuk menilai dampak yang dirasakan oleh masyarakat dan kerusakan yang terjadi. Berikut penjelasan mengenai skala MMI:

  • I MMI

    Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.

  • II MMI

    Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

  • III MMI

    Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

  • IV MMI

    Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

  • V MMI

    Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

  • VI MMI

    Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

  • VII MMI

    Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan, getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

  • VIII MMI

    Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

  • IX MMI

    Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipi dalam rumah putus.

  • X MMI

    Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

  • XI MMI

    Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

  • XII MMI

    Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.