Peristiwa Menyedihkan: Ibu Simpan Mayat Anaknya Selama 20 Tahun di Freezer

Seorang ibu di Jepang, Keiko Mori (75 tahun), diketahui menyimpan jasad putrinya, Makiko, selama 20 tahun di dalam freezer rumahnya. Peristiwa ini terjadi di Prefektur Ibaraki dan menimbulkan banyak pertanyaan mengenai kondisi emosional dan psikologis yang dialami oleh ibu tersebut.

Makiko, yang lahir pada tahun 1975, ditemukan dalam posisi membungkuk hanya mengenakan kaus dan pakaian dalam. Saat ditemukan, jasadnya sudah dalam kondisi membusuk dan berbau busuk. Pihak kepolisian menjelaskan bahwa jenazah itu adalah putri Mori yang seharusnya berusia 49 atau 50 tahun jika masih hidup.

Penemuan jasad Makiko terungkap setelah Mori datang ke kantor polisi bersama salah satu kerabatnya dan mengaku telah menyimpan tubuh anaknya di dalam freezer. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan di kediaman Mori dan menemukan jasad sang anak pada Selasa (23/9/2025).

Menurut Mori, ia membeli freezer sekitar dua dekade lalu karena bau tak sedap dari jenazah mulai menyebar ke seluruh rumah. Ia mengatakan bahwa bau jenazah memenuhi seluruh rumah, sehingga ia memutuskan untuk menyimpan jasad Makiko di dalam freezer.

Saat ini, Mori tinggal sendirian setelah suaminya meninggal dunia pada awal bulan ini. Pihak kepolisian menyampaikan bahwa jasad Makiko sudah dalam kondisi membusuk. Untuk mengetahui penyebab kematian, tim forensik telah melakukan autopsi.

Kasus Pembunuhan dengan Cara Tak Biasa di Australia

Selain kasus ibu yang menyimpan mayat anaknya, ada juga kasus pembunuhan yang mengejutkan di Australia. Pada tahun 2023, pengadilan di Australia sempat menangani kasus serupa ketika seorang istri diadili karena membunuh suaminya dengan cara yang tak biasa menggunakan kue.

Rebecca Payne, seorang wanita berusia 43 tahun, dinyatakan bersalah atas tindakan pembunuhan terhadap suaminya, Noel Payne. Pada hari peristiwa itu, Rebecca membuat beberapa kue buatan sendiri dan mengajak suaminya untuk menikmati hidangan tersebut bersama.

Tanpa curiga sedikit pun, Noel menyantap kue pemberian istrinya dengan lahap, tak mengetahui bahwa di balik kue itu tersimpan bahaya mematikan. Rebecca ternyata mencampurkan Temazepam, obat penenang yang biasa digunakan untuk mengatasi insomnia berat, ke dalam krim kue buatannya.

Obat tersebut terlebih dahulu dihancurkan sebelum dicampurkan ke adonan. Setelah menelan dua potong kue, Noel langsung kehilangan kesadaran akibat overdosis.

Begitu menyadari suaminya telah meninggal dunia, Rebecca kemudian menyembunyikan jasad Noel di dalam lemari es yang terletak di belakang rumah mereka.

Ketika ditangkap, Rebecca dengan tegas menyangkal telah melakukan pembunuhan terhadap suaminya. Ia mengaku hanya berniat mencampurkan obat ke dalam kue untuk membuat suaminya tertidur, bukan untuk membunuhnya.

“Saya hanya ingin dia tidur dan bangun. Saya masih peduli padanya, meskipun dia memperlakukan saya dengan buruk,” kata Rebecca saat sidang di pengadilan.

Motif di balik tindakan Rebecca kemudian terungkap. Ia ingin terbebas dari suaminya yang selama bertahun-tahun kerap menyiksanya secara kejam. “Dia meninju mulut saya, memukul wajah saya, memukul kepala saya. Berkali-kali saya mendapat pukulan di belakang.”

Setelah memastikan suaminya meninggal, Rebecca bersama dua anaknya sempat berbelanja dan makan menggunakan kartu kredit milik Noel. Namun, saat polisi mulai menanyakan keberadaan sang suami, Rebecca panik dan memindahkan jasad Noel ke lemari es milik tetangganya.

Putra dari tetangga tersebut, karena penasaran, membuka freezer dan langsung terkejut setelah melihat isinya. Kasus itu akhirnya terungkap setelah polisi menemukan jasad Noel dan hasil autopsi menunjukkan penyebab kematiannya.