Proses Pemilihan Rektor Unhas yang Berjalan Transparan dan Demokratis

Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk masa bakti 2026–2030 kini sedang berlangsung. Proses ini dilakukan oleh Majelis Wali Amanah (MWA) Unhas, yang telah menetapkan jadwal dan tahapan secara rapi sejak awal Agustus tahun ini. Proses Pilrek ini mencerminkan komitmen MWA dalam membangun proses demokrasi yang berkualitas dan berintegritas.

Tahapan dan Jadwal Pilrek Unhas

Pemilihan Rektor Unhas dimulai dengan pengumuman pendaftaran bakal calon rektor pada 5 Agustus. Selanjutnya, periode pendaftaran berlangsung dari 11 Agustus hingga 1 September. Setelah itu, pada 1 Oktober, MWA akan menetapkan bakal calon rektor dan menyerahkan hasilnya ke Senat Akademik (SA) Unhas.

Proses penyerapan aspirasi dari seluruh civitas akademika dilakukan di seluruh fakultas yang dibagi menjadi lima zona. Proses ini berlangsung pada 3 November, di mana SA akan melakukan pemilihan penyaringan calon rektor. Hasilnya akan diserahkan kembali ke MWA. Tahapan terakhir adalah pemilihan dan penetapan rektor terpilih oleh MWA pada 14 Januari 2026, serta pelantikan rektor terpilih pada 28 April 2006 oleh Ketua MWA Unhas.

Keterbukaan Informasi dan Partisipasi Masyarakat

Proses Pilrek Unhas terbuka seluas-luasnya bagi masyarakat, tidak hanya terbatas pada civitas akademika Unhas. Panitia Pilrek Unhas juga memberikan kesempatan kepada seluruh dosen Unhas yang memenuhi syarat—pendidikan minimal doktor, berpangkat lektor kepala, dan usia di bawah 60 tahun saat pelantikan—untuk mendaftar sebagai bakal calon rektor. Bahkan, sekitar 300 dosen yang memenuhi syarat diundang langsung via surat untuk ikut mendaftar.

Hasilnya cukup menggembirakan karena terdapat enam bakal calon rektor yang mendaftar, termasuk satu dari luar Unhas. Keenam bakal calon tersebut yaitu:

  • Prof.Dr.Ir. Jamaluddin Jompa. M.Sc (nomor urut 1)
  • Dr. Marhaen Hardjo. M.Biomed. Ph.D (nomor urut 2)
  • Prof.dr. Budu. Ph.D, Sp.M(K), M.MedEd (nomor urut 3)
  • Prof.Ir. Muhammad Iqbal Djawad. M.Sc, Ph.D (nomor urut 4)
  • Dr.Eng. Ir. Zulfajri Basri Hasanuddin. M.Eng (nomor urut 5)
  • Prof.Dr. Sukardi Weda SS. M.Hum, M.Pd, M.Si. MM, M. Sos.I, M.AP (nomor urut 6)

Proses Demokrasi yang Berkembang

Dari tahapan penetapan bakal calon rektor, terlihat adanya proses demokrasi yang semakin baik. Pertama, ada bakal calon rektor yang berasal dari luar Unhas, yaitu Prof.Dr. Sukardi Weda dari Universitas Negeri Makassar (UNM). Kedua, jumlah bakal calon cukup banyak dan beragam. Meskipun petahana masih ikut berkontestasi, jumlah peserta tetap cukup banyak. Hal ini menunjukkan bahwa Pilrek Unhas kini lebih demokratis, berkualitas, dan berintegritas.

Visi, Misi, dan Peluang

Melihat visi dan misi masing-masing bakal calon rektor, terlihat bahwa semua memiliki komitmen yang sama untuk memajukan dan meningkatkan daya saing Unhas sebagai institusi pendidikan tinggi nasional dan global. Hampir semua bakal calon menekankan pentingnya Unhas yang unggul, berkarakter, berdaya saing global, inovatif, sejahtera, berdampak, berwirausaha, kolaborasi, dan berjejaring global.

Perbedaan visi dan misi hanya terletak pada prioritas program kerja 2026–2030. Hal ini menunjukkan bahwa semua bakal calon memiliki perspektif yang mirip, hanya pendekatannya saja berbeda. Dengan demikian, proses Pilrek Unhas diharapkan berjalan dengan tenang, aman, dan menyejukkan.

Dinamika dan Peluang Menang

Meski ada dinamika selama proses Pilrek, hal ini wajar sebagai bagian dari kontestasi politik. Semua bakal calon memiliki peluang yang sama untuk menang. Namun, dalam Pilrek Unhas 20 tahun terakhir, bakal calon rektor petahana cenderung memiliki peluang lebih besar. Mulai dari era Prof. Idrus Paturusi hingga Prof.Dr. Dwia Ariestina Pulubuhu, mereka berhasil menjabat dua periode.

Untuk mengetahui siapa yang akan menang, kita harus menunggu hasil penyaringan SA Unhas tanggal 3 November dan rapat MWA tanggal 14 Januari 2026.

Pentingnya Persatuan dan Identitas Unhas

Yang paling penting, setiap bakal calon rektor dan civitas akademika Unhas—termasuk alumni—selalu mengingat makna lagu “Mars Unhas” sebagai simbol pemersatu dan meneguhkan kita sebagai keluarga besar Unhas.