DENPASAR, daritimur.id
Tidak ada indikasi bullying atau perundungan yang terjadi pada mahasiswa Universitas Udayana, Bali, berinisial TAS (22), yang meninggal setelah jatuh dari gedung kampus di lantai empat. Hal ini disampaikan oleh pihak kepolisian setelah melakukan penyelidikan mendalam terhadap kasus tersebut.
Kepastian ini diperoleh setelah polisi meminta keterangan dari 19 orang saksi, termasuk teman korban, dosen, dan orang tua korban. Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol Laksmi Trisnadewi, menjelaskan bahwa korban dikenal sebagai sosok yang cerdas dan tegas dalam lingkungan kampusnya.
“Rekan-rekan korban merasa segan kepada korban. Mereka menganggap korban tidak mudah menjadi korban bullying karena memiliki prinsip yang kuat,” ujarnya saat memberikan keterangan di ruang kerjanya pada Senin (20/10/2025).
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) juga menunjukkan bahwa korban tidak jatuh karena terpeleset. Hal ini didukung oleh rekaman CCTV serta keterangan sejumlah saksi yang sempat melihat korban sebelum kejadian. Selain itu, struktur bangunan di area gedung tersebut tidak memungkinkan terjadinya kecelakaan akibat terpeleset.
“Di lokasi tersebut terdapat tempat duduk dan pagar atau balkon. Lebih mungkin korban naik ke atas dan kemudian jatuh,” tambah Laksmi.
Polisi menduga korban jatuh dari gedung tersebut karena tindakan bunuh diri. Meski demikian, tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian tersebut.
Sebelumnya, korban ditemukan terjatuh dari salah satu gedung di lantai empat kampus pada Rabu (15/10/2025) sekitar pukul 09.00 Wita. Korban kemudian dibawa ke RSUP Prof Ngoerah untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.03 Wita.
Orang tua korban telah melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke polisi untuk mengetahui kronologi pasti dari insiden yang menimpa anaknya.
“Luka-luka yang selama ini kita dengar masih simpang siur. Oleh karena itu, saya serahkan kepada pihak kepolisian yang memang bertugas untuk menyelidiki masalah ini,” ujar Lukas Triana Putra, ayah kandung korban, saat berada di Polresta Denpasar, pada Sabtu (18/10/2025).
Fakta-Fakta Terkait Kematian TAS
- Waktu Kejadian:
- Korban ditemukan jatuh dari gedung kampus pada Rabu (15/10/2025) sekitar pukul 09.00 Wita.
-
Korban meninggal dunia pada pukul 13.03 Wita setelah mendapat perawatan di rumah sakit.
-
Proses Penyelidikan:
- Pihak kepolisian meminta keterangan dari 19 orang saksi.
- Hasil olah TKP menunjukkan bahwa korban tidak terpeleset.
-
Tidak ada saksi yang melihat korban secara langsung jatuh.
-
Peran Orang Tua:
- Ayah korban melaporkan kejadian tersebut ke polisi untuk mencari kebenaran kronologi kematian anaknya.
- Ia mengatakan bahwa informasi yang diterima selama ini masih tidak jelas.
Kesimpulan
Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa korban menjadi korban bullying atau perundungan. Dugaan awal adalah korban jatuh secara sengaja, meskipun belum ada saksi yang melihat kejadian tersebut. Proses penyelidikan tetap dilanjutkan untuk memastikan kebenaran dan menemukan jawaban yang jelas tentang kematian TAS.


Tinggalkan Balasan