Gubernur Maluku Utara Prioritaskan Perbaikan Jalan Payahe–Dehepodo di APBD 2026

Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, telah menegaskan bahwa penanganan ruas jalan Payahe–Dehepodo di Kota Tidore Kepulauan akan menjadi fokus utama anggaran APBD Provinsi Maluku Utara tahun 2026. Pernyataan ini disampaikan dalam Forum Kepala Daerah se-Maluku Utara yang digelar di Ternate pada Rabu, (17/12/2025).

Pernyataan tersebut merespons permintaan Sekda Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo, yang menyampaikan kekhawatiran terkait belum adanya kejelasan dalam penanganan jalan tersebut meskipun ruas tersebut merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

Ismail juga meminta agar keberpihakan APBD Provinsi terhadap kabupaten/kota dipaparkan secara terbuka, sehingga seluruh daerah dapat mengetahui fokus pembangunan provinsi setiap tahunnya.

Pembangunan Jalan dan Jembatan di Kawasan Selatan

Tahun depan, Pemprov Malut akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur di kawasan selatan, termasuk ruas jalan Payahe–Dahepodo–Saketa–Gane. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku Utara telah menyiapkan pembangunan jalan lapen pada ruas Saketa–Dahepodo sepanjang 5 kilometer. Selain perbaikan badan jalan, pemerintah juga akan membangun sejumlah jembatan penting yang menjadi akses vital bagi masyarakat di sepanjang jalur tersebut.

Plt. Kepala Dinas PUPR Maluku Utara, Risman Iriyanto Djafar, menjelaskan bahwa komitmen Gubernur dan Wakil Gubernur tidak hanya terfokus pada perbaikan jalan, tetapi juga pembangunan jembatan penghubung di titik-titik kritis. Pembangunan ini akan dilakukan secara bertahap pada 2026.

Daftar Jembatan yang Akan Dibangun

Beberapa jembatan yang akan dikerjakan antara lain:

  • Jembatan Saketa–Balitata di ruas Saketa–Gane Dalam sepanjang 10 meter
  • Jembatan Ake Busale sepanjang 12 meter
  • Jembatan Ake Samo, salah satu jembatan terpanjang di ruas tersebut dengan panjang 125 meter
  • Jembatan Ake Dolik sepanjang 50 meter yang dibutuhkan untuk memperkuat akses di kawasan yang sering terdampak aliran sungai

Total anggaran untuk paket jembatan ini mencapai Rp43 miliar.

Selain itu, ruas Payahe–Dahepodo juga mendapat perhatian khusus. Tiga jembatan akan dibangun di jalur ini, yaitu:

  • Jembatan Yef (12 meter)
  • Jembatan Sigela (15 meter)
  • Jembatan Sigela II (10 meter)

Pembangunan juga mencakup Jembatan Kali Lomaito sebagai bagian dari penyempurnaan trase utama menuju kawasan selatan. Total anggaran jembatan pada ruas Payahe–Dahepodo mencapai Rp15,1 miliar.

Harapan Masa Depan

Risman berharap pembangunan terpadu tersebut dapat memperlancar konektivitas antarwilayah, mempermudah distribusi barang, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta membuka peluang ekonomi baru bagi kawasan yang selama ini masih terisolasi.

“Ibu Gubernur memastikan seluruh proyek infrastruktur ini menjadi prioritas untuk menjaga pemerataan pembangunan di Maluku Utara,” tegasnya.