Di tengah meningkatnya kebutuhan transportasi laut selama musim liburan Natal dan Tahun Baru, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengambil langkah inovatif dengan melakukan uji coba layanan pemeriksaan tiket melalui teknologi pemindai wajah atau face recognition. Uji coba ini dilakukan khusus bagi penumpang pejalan kaki di Pelabuhan Merak, Banten, dan Bakauheni, Lampung, guna memastikan proses pelayanan lebih cepat dan efisien.
Tujuan Penerapan Teknologi Face Recognition
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan bahwa uji coba ini bertujuan untuk menguji kesiapan sistem dan alur layanan pada periode padat. Dengan adanya teknologi ini, ASDP berharap dapat meningkatkan kualitas layanan yang lebih cepat, efisien, dan andal. “Uji coba ini belum bersifat wajib dan dilaksanakan sebagai latihan, khususnya untuk menghadapi periode layanan angkutan Lebaran mendatang,” jelas Windy.
Selain itu, uji coba ini juga menjadi bagian dari pembelajaran operasional agar ke depan, khususnya pada angkutan Lebaran 2026, layanan dapat diterapkan dengan lebih matang, nyaman, dan tetap mengedepankan keselamatan.
Komitmen ASDP dalam Keselamatan dan Kepuasan Pengguna Jasa
Windy menambahkan bahwa ASDP berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, tertib, dan bertanggung jawab bagi masyarakat selama periode Natal dan tahun baru. Hal ini dilakukan dengan kewaspadaan cuaca, kesiapan personel, serta peningkatan layanan yang dilakukan secara bertahap dan terukur.
Sebelumnya, Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa angkutan Natal dan tahun baru memprioritaskan keselamatan. Proses sandar bongkar muat dan pelayaran dilaksanakan hati-hati, terukur, dan profesional. Penyesuaian operasional dilakukan agar keselamatan penumpang, awak kapal, dan seluruh pengguna jasa tetap terjaga, meskipun pada waktu tertentu berdampak pada perlambatan layanan.
Kolaborasi dengan Instansi Terkait
ASDP juga terus memperkuat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI/Polri, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), BPTD, serta instansi terkait lainnya melalui Port Operational Control Center (POCC). Tujuannya adalah mewujudkan kelancaran dan keamanan angkutan Natal dan tahun baru.
Layanan di 15 Lintasan Strategis
Untuk memastikan penyeberangan aman, tertib, dan nyaman, ASDP memperkuat layanan di 15 lintasan strategis. Berikut adalah daftar lintasan tersebut:
- Merak-Bakauheni
- Ketapang-Gilimanuk
- Jangkar-Lembar
- Kayangan-Pototano
- Tanjung Api-Api-Tanjung Kelian
- Telaga Punggur-Tanjung Uban
- Ajibata-Ambarita
- Nias-Sibolga
- Padangbai-Lembar
- Kariangau-Penajam
- Bajoe-Kolaka
- Bira-Pamatata
- Bitung-Ternate
- Hunimua-Waipirit
- Bolok-Rote
Lintasan-lintasan ini menjadi fokus utama karena perannya yang strategis dalam mendukung arus mudik lokal, pariwisata, dan distribusi logistik selama Natal dan tahun baru.
Proyeksi Pergerakan Penumpang dan Kendaraan
Berdasarkan proyeksi, pergerakan penumpang di 15 lintasan pantauan nasional diperkirakan mencapai sekitar 547 ribu orang, tumbuh 4,3 persen dibandingkan Natal dan tahun baru sebelumnya. Sementara kendaraan diprediksi mencapai 868 ribu unit atau meningkat 8,9 persen.
Dengan langkah-langkah inovatif dan kolaborasi yang kuat, ASDP berupaya memberikan layanan terbaik bagi masyarakat selama musim liburan, sekaligus mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan di masa mendatang.


Tinggalkan Balasan