Pendirian PT Bank Syariah Nasional (BSN)

PT Bank Syariah Nasional (BSN) resmi beroperasi pada hari ini, Senin (22/12), setelah melalui proses spin-off dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Keputusan ini diambil setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada November lalu. Sejak saat itu, BSN telah memulai operasionalnya sebagai bank syariah yang independen dan siap memberikan layanan kepada masyarakat.

Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, menyampaikan bahwa keberadaan BSN menjadi momen penting bagi perseroan untuk menjalankan strategi bisnis yang lebih agresif dan fleksibel. Tujuannya adalah agar kinerja perusahaan terus tumbuh secara positif dan berkelanjutan.

“Peresmian operasional BSN hari ini merupakan hasil kerja keras dari rangkaian proses panjang yang dilalui perseroan dengan dukungan kuat para pemangku kepentingan,” ujar Alex setelah ikut melayani nasabah di Kantor Cabang Jakarta Harmoni, Senin (22/12). Ia menambahkan bahwa BSN percaya memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi tantangan di ekosistem perbankan syariah.

Peluang di Ekosistem Perbankan Syariah

Alex menjelaskan bahwa ekosistem perbankan syariah di Indonesia masih memiliki banyak ruang yang belum dimanfaatkan. Contohnya, produk dan layanan seperti tabungan emas, tabungan haji dan umroh, serta gadai emas. Selain itu, Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia, yaitu sebanyak 242,7 juta orang. Hal ini membuka peluang besar bagi produk-produk tersebut untuk diminati oleh masyarakat.

Laporan keuangan September 2025 menunjukkan bahwa selama masih berstatus sebagai Unit Usaha Syariah BTN, pembiayaan yang disalurkan meningkat sebesar 19,7% secara tahunan (year on year/yoy) atau tumbuh menjadi Rp51,1 triliun dari Rp42,7 triliun pada bulan yang sama tahun sebelumnya. Penghimpunan dana pihak ketiga juga mengalami pertumbuhan sebesar 19,3% yoy dari Rp47,7 triliun pada kuartal III/2024 menjadi Rp56,9 triliun di periode yang sama tahun ini.

Pertumbuhan Aset dan Kekuatan Struktur Bisnis

Peningkatan kinerja di dua segmen tersebut turut meningkatkan aset BSN menjadi Rp68,4 triliun per 30 September 2025 atau tumbuh 18,4% yoy dari periode yang sama tahun sebelumnya di angka Rp42,7 triliun.

Penggabungan Unit Usaha Syariah BTN dengan Bank Victoria Syariah telah memperkuat struktur dan skala bisnis BSN. Dengan demikian, BSN menjadi bank umum syariah terbesar kedua di Indonesia dengan total aset mencapai Rp71,3 triliun per November 2025.

“BSN akan memaksimalkan ini untuk memperbesar pembiayaan dan memperluas ekspansi pasar. Kami ingin semua pihak dapat menikmati produk dan layanan tepercaya BSN yang berkah dan amanah,” kata Alex.