Pertemuan Strategis Dua Kubu PBNU di Ponpes Lirboyo

Pertemuan penting antara dua kubu Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Pertemuan ini melibatkan pihak Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Acara ini difasilitasi oleh para sesepuh dan Mustasyar NU untuk merespons konflik internal kepengurusan yang terjadi dalam organisasi.

Pertemuan ini menjadi forum strategis yang membahas dinamika organisasi dan keputusan PBNU. Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah tokoh NU dari berbagai daerah, seperti KH Anwar Mansur, KH Nurul Huda Djazuli, KH Kafabihi Mahrus, KH Ma’ruf Amin, KH Idris Hamid, Gus Ulil Abshar Abdalla, serta pengurus PBNU lainnya. Tujuan utama dari pertemuan ini adalah mencari solusi untuk menyelesaikan konflik internal dan menjaga persatuan organisasi.

Hasil dari pertemuan tersebut adalah kesepakatan bersama untuk melakukan islah atau perdamaian. “Alhamdulillah hasil pertemuan hari ini menyatakan bahwa kedua belah pihak telah menyepakati keputusan bersama,” ujar Juru Bicara Ponpes Lirboyo, KH Abdul Muid Shohib.

Salah satu keputusan utama dalam pertemuan tersebut adalah penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dalam waktu secepat-cepatnya. “Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama akan diselenggarakan sesegera mungkin dan pelaksanaannya diserahkan kepada PBNU, dalam hal ini Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Gus Yahya,” jelas Gus Muid.

Dalam pelaksanaan Muktamar, PBNU akan melibatkan Mustasyar serta para sesepuh NU, termasuk pengasuh pondok pesantren, khususnya dalam penentuan lokasi dan kepanitiaan. “Pelibatan para sesepuh NU ini penting untuk menjaga kebersamaan dan keteguhan dalam pelaksanaan Muktamar ke depan,” tambah Gus Muid.

Profil Ponpes Lirboyo, Kediri

Ponpes Lirboyo adalah salah satu pesantren legendaris di Kediri, Jawa Timur. Didirikan pada tahun 1910 oleh KH Abdul Karim, ponpes ini dikenal sebagai salah satu pesantren terbesar di Indonesia yang berafiliasi dengan NU. Saat ini, ponpes ini dipimpin oleh KH. M. Anwar Manshur, yang menjadi Pengasuh Pesantren Lirboyo sejak 2014 lalu.

Sebelumnya, Pesantren Lirboyo diasuh dan dipimpin oleh beberapa tokoh penting, seperti KH A Idris Marzuqi (1985–2014), KH Mahrus Aly (1975–1985), KH Marzuqi Dahlan (1954–1975), dan KH Abdul Karim sebagai pendiri pesantren. Sampai saat ini, Ponpes Lirboyo telah sampai pada generasi ketiga dan terus berkembang, baik dalam segi sarana maupun prasarana.

Ponpes Lirboyo memiliki visi untuk menjaga pendidikan keagamaan dan sosial kemasyarakatan, sambil mempertahankan nilai-nilai salafiyyah. Tujuannya adalah agar para santri di masa mendatang dapat melestarikan perjuangan para ulama dalam mengembangkan syiar Islam dalam berbagai kondisi dan situasi.

Kegiatan Pendidikan di Ponpes Lirboyo

Dalam kegiatan pendidikan, Ponpes Lirboyo memiliki berbagai kegiatan ekstrakurikuler, antara lain:

  • Pendidikan berjam’iyah/berorganisasi (Jam’iyah Far’iyah, Kursus Seni Baca al Qur’an, Kursus Bahasa Arab, Kursus Bahasa Inggris, Kursus MC, Kursus Falak, Jam’iyah Wilayah, Jam’iyah Pusat/Gabungan)
  • Pendidikan Kursus Jurnalistik
  • Kursus Komputer
  • Kursus Kepribadian
  • Kursus Pidato
  • Dan lainnya

Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan tambahan kepada santri, sehingga mereka dapat berkembang secara holistik.