Tanggap Bencana: Upaya Kemendikdasmen dalam Menjaga Pendidikan Anak Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Sebagai bagian dari upaya tanggap bencana terhadap erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang terjadi pada 19 November 2025 lalu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi ekosistem pendidikan bagi ratusan siswa yang terdampak. Tujuannya adalah memastikan proses pembelajaran tetap berjalan dengan aman dan nyaman.

Tim yang diterjunkan terdiri atas beberapa unit kerja, seperti Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur, Direktorat Sekolah Dasar, Direktorat Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, serta Pusat Perbukuan dan Pusat Standar Kebijakan Pendidikan dan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Mereka bekerja sama untuk memastikan tidak ada kesenjangan dalam pendidikan akibat bencana ini.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memindahkan para murid ke sekolah terdekat dan mendirikan tenda kelas darurat. Tenda-tenda ini dirancang agar dapat memberikan lingkungan belajar yang layak. Selain itu, pihak Kemendikdasmen juga fokus pada pemulihan mental anak-anak yang terkena dampak bencana. Dengan begitu, mereka bisa kembali beraktivitas secara normal tanpa trauma.

Kemendikdasmen juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan proses pembelajaran dan pemulihan psikososial. Beberapa bantuan telah disalurkan kepada siswa dan keluarga yang terdampak. Antara lain:

  • 550 paket perlengkapan belajar siswa
  • 200 paket perlengkapan darurat keluarga
  • Buku paket dan buku bacaan
  • Bantuan operasional tanggap darurat

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menjelaskan bahwa bantuan-bantuan ini bertujuan untuk membantu siswa dan keluarga dalam menghadapi situasi darurat pasca-bencana. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengawasi proses pendidikan bagi anak-anak terdampak dan berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait.

Selain itu, Kemendikdasmen juga melakukan peninjauan terhadap sekolah-sekolah yang terdampak bencana. Sejumlah sekolah rencananya akan direvitalisasi. Namun, proses revitalisasi ini masih menunggu status sekolah yang sedang dalam tahap pengecekan pasca-erupsi.

Untuk memastikan keberlanjutan pendidikan setelah bencana, Kemendikdasmen bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan. Mereka menyediakan bantuan psikososial dan distribusi perlengkapan belajar. Kerja sama ini sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung pemulihan jangka panjang.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, pihak Kemendikdasmen berkomitmen untuk terus memperhatikan kebutuhan pendidikan anak-anak yang terdampak bencana. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan semua siswa dapat melanjutkan studinya dengan lancar dan kembali pulih secara mental maupun sosial.