Isu SARA dalam Video yang Menyentuh Hati Aktris dan Penyanyi
Sebuah video yang diunggah oleh aktris Erika Carlina menimbulkan reaksi keras dari publik. Dalam video tersebut, seseorang menghina atau merendahkan pengasuh anak Erika Carlina dengan menggunakan bahasa yang bernuansa SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan). Hal ini membuat banyak orang merasa tidak nyaman dan terluka.
Orang yang menghina itu menyebut pengasuh anak Erika Carlina sebagai orang Sumba, yang kemudian dijadikan bahan tertawaan di Bali. Bahkan, ia menyebut bahwa semua orang Sumba adalah gila kampung. Perkataan tersebut sangat merendahkan dan memicu emosi yang kuat.
Pengasuh anak Erika Carlina menjadi korban ejekan tersebut, namun yang ikut tersulut emosinya adalah Marion Jola. Sebagai penyanyi yang berasal dari ajang pencarian bakat Indonesian Idol musim kesembilan, Marion Jola merasa turut direndahkan oleh pernyataan yang disampaikan oleh orang dalam video tersebut.
Marion Jola menyampaikan ketidaksetujuannya melalui kolom komentar pada unggahan Erika Carlina. Ia menulis, “Siapa yang berani bilang orang Sumba isinya orang gila kampung semua? Saya perempuan Sumba, orang gila mana nih berani-beraninya ngata-ngatain Sumba dan orang-orang kami ini?” Ucapan Marion Jola mencerminkan rasa marah dan kecewa terhadap pernyataan yang tidak pantas tersebut.
Sebagai warga Nusa Tenggara Timur (NTT), Marion Jola sangat tersinggung atas pernyataan yang disampaikan oleh orang yang mengejek pengasuh anak Erika Carlina. Ia merasa bahwa kata-kata tersebut tidak hanya merendahkan pengasuh, tetapi juga merendahkan seluruh masyarakat Sumba.
Marion Jola meminta salah satu netizen untuk membantu mencari video panjangnya agar duduk perkara penghinaan yang dilakukan orang tersebut dapat diketahui secara jelas. Ia berharap kebenaran akan terungkap dan pelaku bisa dimintai pertanggungjawaban.
Banyak netizen memberikan dukungan kepada Marion Jola. Mereka merasa bahwa orang dalam video tersebut sangat merendahkan orang Sumba. Beberapa komentar netizen antara lain:
- “Yang bilang dia sendiri yang gila, enak saja lo main bawa-bawa suku.”
- “Lala, sedih banget kita dikatain orang gila.”
- “Kak, gas hajar, karena ibu saya juga dari Sumba, nggak terima dengan kata-kata dia.”
Reaksi yang muncul dari netizen menunjukkan bahwa masyarakat tidak akan mudah menerima penghinaan terhadap suku, agama, ras, atau antar golongan. Isu SARA seperti ini harus segera ditangani dengan serius agar tidak terus-menerus terjadi.
Dengan adanya respons yang kuat dari publik, harapan besar diarahkan agar pelaku ejekan tersebut dapat dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku. Selain itu, penting bagi masyarakat untuk lebih sadar akan dampak dari ucapan yang tidak sopan dan tidak pantas.


Tinggalkan Balasan