JAKARTA, Daritimur.id

Arus lalu lintas menuju ruas Jalan Tol Trans-Jawa terpantau padat menjelang Hari Raya Natal 2025. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat lonjakan signifikan kendaraan yang menuju Wilayah Timur Trans-Jawa. Jumlahnya mencapai 290.558 kendaraan yang melintasi Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama pada periode H-7 hingga H-1 (18–24 Desember 2025). Angka tersebut meningkat 42,67 persen dibandingkan lalu lintas normal yang biasanya sebanyak 203.658 kendaraan.

Sementara itu, volume kendaraan yang bergerak dari Wilayah Timur Trans-Jawa tercatat sebanyak 203.097 kendaraan, atau naik 1,69 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 199.725 kendaraan. Berikut rincian volume lalu lintas di ruas tol yang dikelola JTT di wilayah Trans-Jawa dan Jawa Timur:

Jawa Tengah

GT Kalikangkung

Pada periode H-7 hingga H-1 libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, tercatat sebanyak 168.129 kendaraan menuju Semarang, naik 54,37 persen dari kondisi normal. Sementara itu, kendaraan yang meninggalkan Semarang mencapai 127.345 unit atau meningkat 24,52 persen.

GT Banyumanik

Pada periode yang sama, sebanyak 227.915 kendaraan menuju Solo melalui GT Banyumanik, naik 43,71 persen dari lalu lintas normal. Adapun kendaraan menuju Jakarta tercatat 162.644 unit atau meningkat 25,16 persen.

Jawa Timur

GT Warugunung

Pada H-7 hingga H-1, tercatat 170.896 kendaraan menuju Surabaya melalui GT Warugunung, naik 24,07 persen. Sementara kendaraan menuju Jakarta mencapai 167.272 unit atau meningkat 22,20 persen dibandingkan lalu lintas normal.

GT Kejapanan Utama

Pada periode yang sama, sebanyak 197.341 kendaraan menuju Malang, naik 21,26 persen dari kondisi normal sebanyak 162.736 kendaraan. Sementara kendaraan menuju Surabaya tercatat 195.115 unit atau meningkat 13,09 persen.

GT Singosari

Pada periode H-7 hingga H-2, tercatat 111.851 kendaraan menuju Malang atau naik 16,39 persen. Sementara kendaraan menuju Surabaya sebanyak 103.751 unit atau meningkat 14,77 persen dibandingkan kondisi normal sebanyak 90.400 kendaraan.

Perkembangan Lalu Lintas di Seluruh Wilayah

Selain data di atas, terdapat peningkatan lalu lintas di beberapa titik lain yang juga menjadi perhatian pihak pengelola jalan tol. Misalnya, di wilayah Jawa Tengah, GT Kalikangkung mencatat kenaikan signifikan dalam jumlah kendaraan yang masuk ke Semarang. Peningkatan ini menunjukkan bahwa masyarakat lebih memilih menggunakan jalur tol untuk menghindari kemacetan di jalan umum.

Di sisi lain, GT Banyumanik juga menjadi salah satu titik yang ramai dikunjungi. Kenaikan sebesar 43,71 persen dalam arus lalu lintas menuju Solo menunjukkan adanya peningkatan aktivitas masyarakat di wilayah tersebut. Begitu pula dengan GT Warugunung yang menjadi pintu masuk utama menuju Surabaya.

Peningkatan lalu lintas ini tidak hanya terjadi di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, tetapi juga di wilayah lain seperti GT Kejapanan Utama dan GT Singosari. Di GT Kejapanan Utama, jumlah kendaraan menuju Malang meningkat sebesar 21,26 persen, sedangkan di GT Singosari, kenaikan sebesar 16,39 persen tercatat untuk arus lalu lintas menuju Malang.

Strategi Pengelolaan Lalu Lintas

Untuk menghadapi lonjakan lalu lintas, pihak pengelola jalan tol telah melakukan berbagai langkah strategis. Salah satunya adalah dengan meningkatkan pengawasan dan pengaturan lalu lintas di setiap gerbang tol. Selain itu, pihak JTT juga memberikan informasi real-time kepada pengguna jalan melalui media sosial dan aplikasi resmi mereka.

Selain itu, petugas juga aktif dalam memberikan bantuan dan informasi kepada pengemudi yang membutuhkan. Hal ini bertujuan agar lalu lintas dapat berjalan lancar dan aman selama masa liburan Natal 2025.

Dengan adanya peningkatan lalu lintas yang signifikan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi aturan lalu lintas. Dengan demikian, perjalanan bisa berjalan lancar dan aman bagi semua pengguna jalan.