Percepatan Pembangunan Infrastruktur Strategis di Kabupaten Malang
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus berupaya mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur strategis melalui koordinasi lintas kementerian. Salah satu langkah konkret yang telah ditempuh adalah audiensi antara Bupati Malang HM. Sanusi dengan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia (Kemenkoinfra). Pertemuan tersebut membahas dua agenda penting, yakni pengajuan pembangunan jalan Tol Malang–Kepanjen serta permohonan Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah di wilayah Kabupaten Malang.
Audiensi tersebut menjadi momentum penting dalam memperjuangkan percepatan konektivitas antarwilayah di Malang Raya. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa proyek Tol Malang–Kepanjen diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp10 triliun untuk tahap pembangunan fisik. Bupati Sanusi menegaskan, proyek ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperlancar arus distribusi barang dan jasa, serta membuka akses yang lebih luas ke kawasan selatan Kabupaten Malang yang kaya potensi pariwisata.
“Hadirnya jalan Tol Malang–Kepanjen akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Malang, baik dari segi mobilitas, ekonomi, maupun pariwisata. Kami berharap melalui audiensi ini, proses pembangunan dapat segera terealisasi,” ujar Sanusi optimistis.
Dari sisi perencanaan teknis, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnadi Kusuma, menjelaskan bahwa proyek Tol Malang–Kepanjen telah tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019 serta Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 367 Tahun 2023. Berdasarkan kedua regulasi tersebut, Tol Malang–Kepanjen masuk dalam daftar proyek prioritas nasional yang dijadwalkan pembangunannya antara tahun 2025 hingga 2029.
Kendati demikian, Khairul yang akrab disapa Oong itu menambahkan bahwa kepastian dimulainya konstruksi masih menunggu keputusan final dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Oleh karena itu, Pemkab Malang berinisiatif melakukan pendekatan aktif atau jemput bola melalui audiensi ke Kemenkoinfra untuk mempercepat proses pengesahan.
“Langkah ini menjadi upaya kami agar proyek tol bisa segera masuk tahap pelaksanaan. Hasil audiensi juga akan kami teruskan ke Kementerian PUPR untuk percepatan pembangunan,” jelas Oong.
Sebagai bagian dari rangkaian audiensi tersebut, rombongan Pemkab Malang diterima langsung oleh Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antar Lembaga Kemenkoinfra, Agust Jovan Latuconsina. Dalam kesempatan itu, turut dibahas berbagai potensi pembangunan lain di wilayah Kabupaten Malang, termasuk rencana pengajuan Inpres Jalan Daerah untuk memperkuat infrastruktur penunjang tol.
Bupati Sanusi juga sempat bertatap muka dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, yang memberikan dukungan terhadap penguatan jaringan transportasi di Jawa Timur bagian selatan.
Audiensi ini menunjukkan keseriusan Pemkab Malang dalam memastikan proyek strategis nasional tersebut berjalan sesuai rencana. Secara teknis, jalan Tol Malang–Kepanjen direncanakan membentang sepanjang hampir 30 kilometer, menghubungkan titik akhir Tol Mapan di Kedungkandang, Kota Malang, hingga kawasan Kepanjen di Kabupaten Malang. Jalur ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh antara dua wilayah tersebut secara signifikan, sekaligus memperlancar arus logistik menuju wilayah pesisir selatan.
Selain manfaat ekonomi, keberadaan tol juga dinilai akan menjadi katalis dalam mengembangkan sektor pariwisata Kabupaten Malang. Akses yang lebih mudah diharapkan mampu menarik investasi di berbagai bidang, terutama perhotelan, kuliner, dan destinasi wisata alam.
“Estimasi anggaran sekitar Rp10,04 triliun ini hanya untuk pembangunan fisik jalan tol. Namun, nilai manfaat jangka panjangnya bagi masyarakat jauh lebih besar,” pungkas Oong.
Dengan langkah strategis dan sinergi yang terus dijaga antara pemerintah daerah dan kementerian terkait, pembangunan Tol Malang–Kepanjen menjadi harapan baru bagi peningkatan konektivitas dan daya saing Kabupaten Malang di masa mendatang.


Tinggalkan Balasan