Sosialisasi Keselamatan Nelayan di Lamongan

PT ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator lapangan minyak Banyu Urip, terus memperhatikan keselamatan nelayan di wilayah operasinya. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah sosialisasi keselamatan nelayan di TKBR, Paciran, pada Jumat (14/11/2025). Tujuan dari acara ini adalah untuk meningkatkan kesadaran nelayan mengenai area terlarang dan potensi bahaya yang bisa terjadi jika mereka memasuki zona tertentu.

Fokus utama dari sosialisasi ini adalah untuk mengedukasi nelayan tentang zona keselamatan dan keamanan di sekitar FSO Gagak Rimang. EMCL-External Relations Senior Advisor, Feni K Indiharti, menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah agar nelayan lebih memahami larangan yang diberlakukan oleh perusahaan. Ia berharap melalui sosialisasi ini, nelayan dapat menghindari area terlarang yang berisiko tinggi.

“Semata-mata untuk mencegah potensi bahaya, dan memastikan operasi hulu migas berjalan lancar,” ujarnya.

Membangun Ekonomi Kerakyatan Melalui UMKM Nelayan

Selain fokus pada keselamatan, EMCL juga aktif dalam mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) nelayan. Dalam acara tersebut, Penasihat Ahli Bidang Kemaritiman SKK, Laksda Julius Widjojono, menegaskan pentingnya peran perusahaan dalam membantu perekonomian nelayan di kawasan operasi Gagak Rimang, Lamongan, dan Tuban.

“Dengan begitu ekonomi, kesehatan, pendidikan dan kesejahteraannya meningkat, tidak sebaliknya,” katanya kepada 8 rukun nelayan Lamongan-Tuban dan pelaku UMKM.

Pada kesempatan yang sama, para pelaku UMKM dan anggota rukun nelayan menerima bantuan peralatan secara simbolik sesuai dengan kebutuhan masing-masing penerima. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas usaha mereka.

Apresiasi atas Perhatian EMCL

Perwakilan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Paciran, Muchlisin Amar, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan PT ExxonMobil selama ini. Ia merasa bersyukur ada perusahaan kelas dunia yang memberikan perhatian pada nelayan dan pelaku UMKM.

“Bersyukur ada perusahaan kelas dunia intens memberikan perhatian pada nelayan dan pelaku UMKM,” kata Muchlisin.

Keselamatan Nelayan dan Kelangsungan Perusahaan

Muchlisin berharap anggota nelayan bisa memahami dan mematuhi rambu-rambu larangan yang telah dijelaskan oleh pihak perusahaan. Ia menekankan bahwa keselamatan nelayan dan kelangsungan perusahaan harus berjalan seiringan.

Perusahaan tetap komitmen memberi ruang bagi nelayan untuk melaut, namun nelayan juga harus melaut tanpa merusak lingkungan atau mengganggu operasi perusahaan. Termasuk dengan menjaga tempat vital yang dalam naungan negara.

Poin-Poin Penting dari Sosialisasi

  • Sosialisasi keselamatan nelayan dilaksanakan di TKBR, Paciran.
  • Fokus utama sosialisasi adalah mengedukasi nelayan tentang area terlarang FSO Gagak Rimang.
  • EMCL berkomitmen untuk memastikan operasi hulu migas berjalan lancar.
  • Perusahaan juga aktif dalam mendukung pengembangan ekonomi UMKM nelayan.
  • Bantuan peralatan diberikan kepada pelaku UMKM dan anggota rukun nelayan.
  • Nelayan diharapkan memahami dan mematuhi rambu-rambu larangan yang diberlakukan.
  • Keselamatan nelayan dan kelangsungan perusahaan harus saling mendukung.