PSBS Biak Jadi Tim dengan Pertahanan Terburuk di Super League 2025-2026

PSBS Biak kembali mengalami kekalahan telak dalam laga melawan PSM Makassar dengan skor 0-5 pada Jumat (21/11). Hasil ini menjadikan tim berjuluk Badai Pasifik sebagai salah satu tim dengan pertahanan terlemah di Super League 2025-2026. Hingga pekan ke-13, dalam 12 pertandingan yang telah dijalani, gawang PSBS sudah jebol sebanyak 25 gol.

Rata-rata per laga, gawang yang dijaga oleh Aldo Geraldo ‘Kadu’ Manuel Monteiro jebol sebanyak 2,08 gol. Sampai Sabtu (22/11), hanya dua tim lain yang memiliki angka kebobolan mendekati PSBS, yaitu Dewa United dan Persis Solo dengan masing-masing kebobolan 22 gol.

Pemain Brasil Sering Membuat Hat-Trick ke Gawang Kadu

Salah satu hal yang menarik dari performa buruk PSBS adalah adanya tiga pemain yang berhasil mencetak hat-trick ke gawang Kadu. Ketiga pemain tersebut semuanya berasal dari Brasil.

Yang pertama adalah Dalberto, striker Arema FC. Ia mencetak tiga gol saat Arema FC mengalahkan PSBS dengan skor 4-1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada pekan pertama Super League (11/8).

Selanjutnya, Emaxwell Souza, striker Persija Jakarta, juga mencatatkan hat-trick ke gawang Kadu. Trigolnya membawa Persija menang 3-1 atas PSBS pada pertandingan 31/10.

Sosok ketiga yang mencetak hat-trick ke gawang Kadu adalah Alex Tanque, striker PSM Makassar. Tiga golnya membantu PSM menang 5-0 atas PSBS dalam laga terbaru mereka.

Pelatih PSBS Mengungkap Alasan Kekalahan

Dalam wawancara resmi, pelatih PSBS Divaldo Alves mengungkap bahwa timnya sedang dalam kondisi lelah menjelang laga melawan PSM. Rombongan PSBS baru tiba di Parepare pada Kamis (20/11) malam pukul 23.00 WITA.

“Evaluasi dari sini adalah saya akan fokus ke mental, daripada mencari kesalahan. Kami akan fokus pada recovery. Lebih cepat recovery, maka itu lebih baik. Ketika tim kalah dengan skor seperti ini, tidak perlu banyak berbicara,” ujar Divaldo.

Ia juga menyampaikan rencana tim untuk pertandingan selanjutnya. “Kami akan kembali dan mengevaluasi serta mempersiapkan diri untuk pertandingan melawan Persijap Jepara,” tambah eks pelatih Persebaya tersebut.

Strategi dan Evaluasi untuk Masa Depan

Meskipun kekalahan telak terjadi, Divaldo Alves tetap optimistis. Ia menegaskan bahwa fokus utama tim adalah meningkatkan mentalitas dan mempercepat proses pemulihan fisik para pemain.

Pertandingan melawan Persijap Jepara akan menjadi kesempatan bagi PSBS untuk bangkit dan menunjukkan peningkatan performa. Divaldo berharap tim bisa memberikan hasil yang lebih baik dan menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di kompetisi elit ini.

Dengan catatan pertahanan yang masih sangat rentan, PSBS harus segera melakukan evaluasi menyeluruh. Mulai dari strategi pertahanan hingga pemilihan pemain yang mampu membantu menjaga gawang. Dengan perbaikan yang signifikan, PSBS bisa kembali menjadi tim yang menantang di Super League 2025-2026.