Persiapan Strategis untuk Meningkatkan Prestasi Billiar Batam

Persatuan Olahraga Billiar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Batam mengadakan Rapat Kerja (Raker) yang dihadiri oleh seluruh pengurus, atlet, wasit, serta manajemen rumah billiar. Raker ini bertujuan untuk menyusun agenda dan strategi pembinaan atlet billiar ke depan, terutama dalam persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri dan meningkatkan animo masyarakat terhadap olahraga billiar.

Ketua Umum POBSI Batam, Masrur Amin, menjelaskan beberapa tantangan dan target yang akan dicapai. Ia menyoroti pentingnya kembali membangkitkan minat masyarakat terhadap billiar, mengingat banyaknya tempat billiar yang justru berpotensi menimbulkan kebosanan bagi para pemain.

“Kita harus menyusun agenda kerja ke depan, terutama untuk menghadapi Porprov. Salah satu PR kita adalah bagaimana meningkatkan kembali animo masyarakat untuk bermain billiar,” ujarnya.

Prestasi billiar Batam pada Porprov terakhir di Bintan cukup menggembirakan dengan diraihnya 11 medali, setelah sebelumnya sempat tidak mendapatkan medali sama sekali. Pencapaian ini menjadi modal sekaligus tantangan untuk ditingkatkan.

“Target ke depan minimal kita pertahankan 11 medali itu, kalau bisa ditingkatkan. Di level provinsi, kami yakin bisa bersaing dan saat ini mungkin di posisi kedua. Untuk tingkat nasional, kami masih perlu berjuang lebih keras,” jelas Masrur.

Masrur menekankan dua program urgent untuk segera direalisasikan. Pertama, mendatangkan pelatih nasional ke Batam untuk menggembleng teknik, skill, dan mental atlet. Ia menyebut bahwa atlet-atlet di Jakarta memiliki akses yang mudah ke pelatih nasional, yang menjadi kendala di daerah.

“Atlet-atlet di Jakarta memiliki akses yang mudah ke pelatih nasional. Ini yang menjadi kendala kami di daerah. Kita butuh pelatih profesional untuk menyetarakan kualitas atlet Batam,” tutur Masrur.

Kedua, peningkatan kualitas dan kuantitas wasit melalui sertifikasi dan pelatihan. Hal ini penting untuk mendukung maraknya turnamen billiar yang jadwalnya sudah penuh dan sering bentrok.

Masrur juga mengungkapkan strategi regenerasi atlet dengan membebankan setiap rumah billiar untuk menyediakan minimal dua atlet andal. Dengan adanya 50 hingga 70 rumah billiar, POBSI Batam dapat menghasilkan 140 calon atlet potensial yang akan diseleksi.

“Program ini selaras dengan Dispora yang memberikan dana pembinaan, namun dana tersebut masih sangat terbatas jika kita ingin pembinaan yang maksimal, termasuk untuk menyewa pelatih, infrastruktur, dan honor wasit,” paparnya.

Sekretaris Umum POBSI Batam, Gurdan, menambahkan bahwa Raker ini digelar jauh hari sebagai bentuk persiapan panjang untuk meraih prestasi terbaik di Porprov tahun depan. Ia menjelaskan bahwa semua detail persiapan dibahas, mulai dari seleksi atlet, pengesahan SK, program pelatihan daerah, hingga pematangan atlet terpilih, baik dari divisi putra maupun putri.

“Kita bahas detail persiapan, mulai dari seleksi atlet, pengesahan SK, program pelatihan daerah, hingga pematangan atlet terpilih, baik dari divisi putra maupun putri. Dengan semua pengurus, pelatih, dan atlet senior berkumpul, termasuk perwakilan dari KONI, semua kendala bisa kita diskusikan dan carikan solusinya,” jelas Gurdan.

Uniknya, raker ini juga mengundang Direktur Investasi Batam sebagai narasumber. Tujuannya adalah untuk menyinergikan program organisasi dengan para pengusaha rumah billiar yang menjadi anggota POBSI.

“Kami dari unsur olahraga tidak akan sanggup maksimal tanpa dukungan pengusaha dan pemerintah. Dengan mendengar langsung planning pemerintah di bidang investasi, para pengusaha rumah billiar dapat menyesuaikan dan sekaligus mendukung penuh upaya kami menjaga animo billiar tetap hidup,” terang Gurdan.

Agenda penting lainnya adalah penyusunan kalender event pertandingan billiar sepanjang tahun 2026. POBSI Batam akan menyusun jadwal turnamen untuk masing-masing rumah billiar agar tidak bentrok dan saling bersinergi.

“Kita akan dudukkan semuanya. Kita susun jadwal turnamen untuk masing-masing rumah billiar agar tidak bentrok dan saling bersinergi. Misalnya, turnamen di bulan Januari di tempat A, Februari di tempat B, dan seterusnya. Ini agar agenda turnamen kita rutin, teratur, dan ramai,” pungkas Gurdan.

Dengan langkah-langkah strategis ini, POBSI Batam berharap dapat terus konsisten mencetak prestasi dan membawa nama Batam di kancah olahraga billiar yang lebih tinggi.