Banjir Melanda Enam Kecamatan di Aceh Utara

Hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Utara selama dua hari berturut-turut menyebabkan enam kecamatan terendam banjir. Luapan Sungai Krueng Jambo Aye, Krueng Arakundo, Krueng Pase, dan Krueng Mane membuat permukiman warga terendam hingga 30–50 sentimeter.

Berdasarkan laporan sementara PUSDALOPS-PB BPBD Aceh Utara pada Sabtu, 22 November 2025 pukul 23.31 WIB, banjir disertai abrasi tebing sungai terjadi sejak pukul 07.15 WIB.

Wilayah Terdampak

Enam kecamatan dilaporkan mengalami banjir:

  • Kecamatan Tanah Jambo Aye

    Sejumlah gampong seperti Teupin Bayu, Cempedak, Samakurok, Matang Drien, Mns. Geudong, dan Teupin Gajah tergenang.

  • Kecamatan Seuneuddon

    Banjir merendam berbagai gampong termasuk Matang Jeulikat, Matang Anoe, Alue Baroh, Blang Pha, Matang Lada, serta belasan desa lain. Ratusan hektar tambak dan puluhan hektar sawah ikut terendam.

  • Kecamatan Baktya

    Daerah ini mengalami dampak cukup parah dengan banyaknya warga terdampak, beberapa jalan desa lumpuh total, dan enam rumah mengalami rusak ringan.

  • Kecamatan Muara Batu

    Gampong Mane Tunong dilaporkan tergenang.

  • Kecamatan Langkahan

    Satu rumah warga amblas ke sungai akibat abrasi di Gampong Pante Gaki Bale Dusun Pante Sejahtera.

  • Kecamatan Syamtalira Aron

    Tanggul Sungai Krueng Pase terkikis dan berada dalam kondisi rawan jebol.

Pengungsian

Warga yang terdampak telah mengungsi ke rumah kerabat ataupun balai desa, terutama di Kecamatan Baktya dan Seuneuddon. Gampong Ule Rubek Timu mencatat jumlah pengungsi terbesar yaitu 125 KK dengan 725 jiwa.

Kebutuhan Mendesak

BPBD Aceh Utara melaporkan kebutuhan darurat berupa:

  • Alat berat untuk membersihkan alur sungai dari sampah dan kambut
  • Bahan makanan pokok
  • Bantuan logistik masa panik

Kondisi Cuaca

BMKG Stasiun Malikussaleh melaporkan cuaca masih hujan dengan suhu 25°C, kelembapan 98%, dan angin berkecepatan 8 km/jam dari arah barat.

Petugas Pusdalops tetap siaga memantau situasi di 27 kecamatan melalui komunikasi radio, laporan camat, serta informasi dari masyarakat dan media sosial.

Sejauh ini, hingga Minggu 23 November 2025, hujan intensitas sedang masih saja terjadi, sementara sejumlah genangan terlihat masih belum surut. Warga khawatir jika hujan di areal pegunungan terus berlanjut, banjir akan terus terjadi di sejumlah wilayah di Aceh Utara.