Seorang pengemudi ojek online (ojol) mengalami kejadian yang menarik perhatian masyarakat setelah diberhentikan oleh oknum ojek pangkalan (opang) dan diminta uang sebesar Rp 10.000. Kejadian ini sempat menjadi perbincangan di media sosial, karena menunjukkan adanya ketegangan antara dua kelompok pengemudi ojek tersebut.

Pengemudi ojol yang mengenakan jaket berwarna hijau itu terlihat diberhentikan saat akan memasuki gang di Rancaekek, Kabupaten Bandung. Dalam rekaman video yang beredar, salah satu opang mengatakan bahwa setiap pengemudi ojol yang ingin masuk ke area tersebut harus membayar uang sebesar Rp 10.000. Ucapan tersebut disampaikan dengan nada menantang, seperti “Anu ngetem di dieu kedah dibayar Rp 10.000 (yang mangkal di sini harus dibayar Rp 10.000).”

Namun, pengemudi ojol tersebut memilih untuk memutar balik kendaraannya daripada membayar kepada opang. Tindakan ini menunjukkan sikap yang tidak mau menyerah pada tuntutan yang dinilai tidak wajar.

Polisi Memediasi

Menanggapi kasus ini, Kapolsek Rancaekek Kompol Deny Sunjaya menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan mediasi antara kedua belah pihak. Menurutnya, masalah tersebut telah selesai dan keduanya saling memaafkan.

“Terkait berita ini kemarin kita sudah mediasi dengan menghadirkan kedua belah pihak, dan sudah selesai dengan saling memaafkan,” kata Deny saat dikonfirmasi Rabu (26/11).

Selain itu, Deny juga menyebut bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi melalui Bhabinkamtibmas agar selalu menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Ia menjelaskan bahwa para Bhabinkamtibmas yang wilayahnya terdapat ojek pangkalan akan terus memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga keharmonisan antar sesama pengemudi ojek.

“Kami sosialisasikan lewat para Bhabinkamtibmas yang wilayahnya ada ojek pangkalan agar senantiasa menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ujar Deny.

Ia juga mengimbau para pengemudi ojol dan opang untuk bersikap sopan santun serta saling menghargai sesama pengemudi ojek. Menurutnya, hal ini sangat penting untuk menjaga situasi yang aman dan kondusif di wilayah Rancaekek.

“Mengimbau juga kepada para ojek, baik opang maupun ojol, agar dalam melaksanakan aktivitasnya membawa penumpang mengedepankan sikap sopan santun serta saling menghargai sesama pengemudi ojek, sehingga tetap menjaga situasi yang aman dan kondusif di wilayah Rancaekek,” pungkasnya.

Beberapa langkah yang dilakukan oleh pihak kepolisian menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan konflik antar pengemudi ojek secara damai. Selain itu, imbauan untuk saling menghargai dan menjaga kesopanan merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis bagi semua pihak terkait.