JAKARTA, Daritimur.id
– Nama selebritas Inara Rusli menjadi sorotan publik setelah dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan perzinaan.
Kasus ini berkembang menjadi polemik setelah suami pelapor, Insanul Fahmi, secara terbuka mengakui telah menikahi Inara secara siri.
Berikut rangkuman duduk perkara polemik yang menyeret nama Inara Rusli.
Berawal dari laporan polisi
Kasus ini pertama kali mencuat ke publik setelah selebgram Wardatina Mawa melaporkan Inara Rusli ke Polda Metro Jaya pada Sabtu, 22 November 2025.
Inara dilaporkan atas dugaan perzinaan dengan suami Wardatina, pengusaha Insanul Fahmi, berdasarkan Pasal 284 KUHP.
Wardatina mengaku membawa bukti berupa rekaman CCTV berdurasi dua jam yang menurutnya menunjukkan adanya perbuatan zina antara suaminya dan Inara.
“Aku melihat benar-benar pengkhianatan di dalam rumah tangga, yang janji suci itu benar-benar dilanggar. Kayak dunia seolah runtuh banget,” kata Wardatina.
Pengakuan Fahmi sudah nikahi Inara
Tak lama setelah laporan tersebut ramai, Insanul Fahmi muncul di podcast dr. Richard Lee dan membuat pengakuan.
Saat ditanya status hubungannya dengan Inara, Fahmi menjawab, “Menikah.”
Fahmi mengakui telah menikahi Inara secara siri pada 8 Agustus 2025.
Ia berdalih, saat menikahi Inara, ia mengaku sudah bercerai dari Wardatina.
“Waktu itu aku bilangnya aku sudah talak, sudah cerai. Karena waktu itu aku memang sudah ada ngucapin dua kali talak. Aku tanya ke ustaz dan itu sudah talak,” jelas Fahmi.
Dalih rumah tangga bermasalah
Dalam kesempatan yang sama, Fahmi sambil menangis mengakui kesalahannya dan menyebut dirinya tidak tegas.
Ia mengaku pernikahannya dengan Wardatina sudah lama bermasalah, jauh sebelum kehadiran Inara.
Fahmi menyebut menemukan sosok yang ia butuhkan pada diri Inara, terutama dari sisi kelembutan dan cara bicara.
Pertemuan bisnis yang intens akhirnya menumbuhkan perasaan hingga ia memutuskan untuk menikahi Inara.
Namun, ia juga mengakui bahwa Inara baru mengetahui statusnya yang belum resmi bercerai pada 19 Agustus 2025, sekitar sebelas hari setelah pernikahan siri mereka.
Pertanyakan CCTV
Salah satu fokus utama dalam kasus ini adalah rekaman CCTV yang dijadikan bukti oleh Wardatina.
Insanul Fahmi mengonfirmasi bahwa rekaman tersebut berasal dari kamera pengawas di rumah pribadi Inara.
Fahmi mengaku bingung bagaimana rekaman pribadi itu bisa sampai ke tangan Wardatina.
Menurutnya, video tersebut direkam setelah ia dan Inara resmi menikah siri, sehingga ia menampik tuduhan perzinaan dalam rekaman tersebut.
“Kami bukan takut masalah kami berbuat hal yang berdosa, karena kami sudah suami istri,” ujar Fahmi.
Fahmi juga mengeklaim bahwa ia pertama kali mengetahui keberadaan video itu dari kakak laki-laki Wardatina yang mengirimkan potongan video disertai pesan ancaman.
Penjelasan lanjutan dari pihak terkait
Selain pernyataan Fahmi, pihak Inara juga memberikan penjelasan terkait situasi yang sedang berlangsung.
Mereka menyatakan bahwa pernikahan siri yang dilakukan antara Fahmi dan Inara adalah sebuah ikatan yang sah menurut agama dan hukum adat.
Namun, mereka juga mengakui bahwa ada ketidakjelasan dalam proses pernikahan tersebut, terutama mengenai status perceraian Fahmi dari Wardatina.
Inara menegaskan bahwa ia tidak pernah mengetahui bahwa Fahmi masih dalam status pernikahan dengan Wardatina hingga beberapa minggu setelah pernikahan siri mereka.
Tanggapan dari pihak Wardatina
Wardatina Mawa tetap bersikeras bahwa ia memiliki bukti kuat yang menunjukkan adanya perzinaan antara suaminya dan Inara.
Ia menyatakan bahwa ia tidak hanya mengandalkan rekaman CCTV, tetapi juga bukti-bukti lain yang didapat dari lingkungan sekitar.
Wardatina juga mengungkapkan rasa kecewa dan kehilangan yang mendalam, karena ia merasa telah dikhianati oleh orang yang ia cintai.
Ia berharap agar kasus ini dapat diselesaikan secara adil dan transparan, tanpa ada intervensi yang tidak semestinya.
Dampak terhadap publik
Kasus ini telah menimbulkan reaksi beragam dari masyarakat.
Beberapa pihak menyayangkan tindakan yang diambil oleh Fahmi dan Inara, sementara yang lain mendukung hak-hak individu dalam memilih pasangan hidup.
Ada juga yang menyoroti pentingnya komunikasi yang baik dalam hubungan rumah tangga, serta perlunya pemahaman tentang hukum dan norma yang berlaku.
Banyak orang juga mengajukan pertanyaan tentang bagaimana sesuatu yang seharusnya bersifat pribadi bisa menjadi topik pembicaraan publik yang begitu luas.


Tinggalkan Balasan