Kepedulian Pemprov Riau untuk Pasien yang Mendapatkan Pengobatan di Jakarta
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto memberikan dukungan dan semangat kepada tujuh pasien serta keluarga mereka yang akan menjalani pengobatan di Rumah Sakit Rujukan Nasional Jakarta. Ia menegaskan bahwa seluruh kebutuhan pasien selama proses pengobatan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sebagai bentuk tanggung jawab daerah dalam memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.
“Kami biayai semua, mulai dari tiket pesawat pulang pergi, penginapan, hingga biaya berobat. Saya berdoa, semoga pasien bisa sembuh dan sehat kembali. Untuk keluarga diberikan kesabaran serta mari berdoa semoga penyakit ini dapat terselesaikan dengan cepat dan selamat,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Hariyanto menyampaikan pernyataannya saat menyapa para pasien dan keluarganya di ruang tunggu VIP Lancang Kuning Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, dengan didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan Riau Heri Permana.
Kehadiran Seorang Bayi dengan Kelainan Jantung
Dalam kesempatan tersebut, Hariyanto mendekati bayi mungil yang berusaha tetap ceria meskipun sedang menghadapi penyakitnya. Dengan suara pelan namun penuh perhatian, ia bertanya kepada keluarga tentang usia bayi tersebut.
Widya, kakak dari bayi itu, menjelaskan bahwa adiknya baru berusia tujuh bulan dan telah mengidap kelainan jantung sejak lahir.
“Sekarang usianya tujuh bulan dari lahir penyakit ini telah ada. Terima kasih Pak, pemerintah memberikan fasilitas untuk rujukan ke rumah sakit di Jakarta,” kata Widya.
Mendengar hal itu, Hariyanto memberikan semangat dan motivasi kepada keluarga serta mendoakan si bayi. Ia juga mengidap penyakit jantung, sehingga memberikan dorongan kepada keluarga dan meyakinkan bahwa bayi ini akan sembuh.
Harapan dari Keluarga Aisyah
Di sudut lain ruangan, seorang perempuan berhijab terlihat memeluk anak perempuannya yang tampak letih. Anak tersebut, Aisyah (10), merupakan pasien dengan kelainan jantung bawaan yang selama ini telah menjalani rangkaian pemeriksaan medis rutin.
“Makasih banyak telah membantu kami, mulai dari tiket pesawat hingga biaya hidup di Jakarta. Semoga anak saya bisa kembali besok dengan keadaan sehat,” ucap ibu Aisyah, Rosma Dewi.
Keinginan Seorang Remaja
Sementara itu, remaja berusia 18 tahun bernama M Teguh Nasihin duduk sembari menatap wajah Hariyanto. Ia tampak tegar dan memiliki harapan untuk pulih.
“Saya ingin sembuh, ingin hidup seperti orang lain, bisa olahraga tanpa takut, bisa tertawa tanpa memikirkan sakit lagi,” kata Teguh.
Kekuatan Doa dalam Proses Penyembuhan
Usai menyapa para pasien satu per satu, Hariyanto mengungkapkan bahwa teknologi medis kini semakin canggih. Namun, ia mengingatkan bahwa ada sesuatu yang tidak bisa dibeli dan tidak tergantikan dalam proses penyembuhan, yaitu keteguhan hati.
“Sekarang alat sudah canggih-canggih. Ingat ya, harus berdoa. Kita sudah berusaha, tapi doa yang tetap membantu kita,” ucap Hariyanto.
Di tengah era modern, ketika dokter, mesin, dan obat berlomba melawan waktu, doa tetap menjadi oase yang tak pernah kering, kekuatan yang tidak terukur tetapi dirasakan.


Tinggalkan Balasan