Liga Nusantara 2025/26 telah resmi dimulai dengan format yang berbeda dibandingkan sebelumnya. Salah satu kebijakan utama yang diambil oleh I League adalah penggunaan sistem home tournament untuk mengurangi beban finansial klub peserta. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memastikan kelangsungan kompetisi tanpa mengorbankan kualitas pertandingan.

Laga Pembuka Berlangsung Dramatis

Pada laga pembuka Liga Nusantara 2025/26, RANS Nusantara berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Persibo Bojonegoro. Gol kemenangan tim asal Jakarta itu dicetak oleh Muhammad Sultan AKBAR pada menit ke-93, yang membuat para pendukung RANS bersorak gembira.

Sebelum pertandingan dimulai, terlebih dahulu dilakukan upacara pembukaan secara sederhana. Acara tersebut turut dihadiri oleh Direktur Utama I League, Ferry Paulus, yang menyampaikan beberapa pernyataan terkait rencana penyelenggaraan Liga Nusantara musim ini.

Penjelasan dari Ferry Paulus

Ferry Paulus menjelaskan bahwa kick off Liga Nusantara telah berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan. Tujuan utamanya adalah untuk memangkas pengeluaran klub peserta. Oleh karena itu, pihaknya memilih menggunakan format home tournament.

“Ya, memang sesuai dengan agenda dari penyelenggaraan Liga Nusantara, strata ketiga di liga domestik ini, memang kita rencanakan di November ini ya, sesuai dengan amanat dari PSSI bahwa Liga Nusantara akan digelar sesuai dengan skema yang sudah ditetapkan,” ujar Ferry.

Ia juga menambahkan bahwa Liga Nusantara masih menggunakan sistem home tournament. Beberapa kota seperti Solo, Boyolali, Magelang, dan Surabaya menjadi tempat penyelenggaraan pertandingan. Total pertandingan yang akan dihelat dalam kompetisi ini mencapai 160 pertandingan.

Format Baru Tunggu Musim Depan

Awalnya, Liga Nusantara diikuti oleh 24 tim. Namun, dua klub yaitu Persikabo 1973 dan Persewar Waropen mengundurkan diri karena kendala finansial. Karena itu, Ferry mengungkapkan bahwa sistem home tournament menjadi pilihan terbaik untuk Liga Nusantara.

“Kita lihat memang secara finansial kekuatan dari 24 klub tadi ini juga memang tidak memadai. Terbukti sudah akan kick off, masih juga ada yang mengundurkan diri. Alasannya memang karena finansial. Sehingga home tournament ini yang paling tepat untuk Liga Nusantara ini,” ujar Ferry.

Menurutnya, musim depan akan mulai dengan sistem baru, yaitu sistem home and away dengan tiga grup. Hal ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk meningkatkan kualitas kompetisi.

Regulasi Usia Pemain

Seperti biasanya, Liga Nusantara juga memberlakukan regulasi usia pemain di setiap klub. Tujuannya adalah untuk mendukung penggunaan pemain muda. Ferry menjelaskan bahwa terdapat batas maksimal jumlah pemain senior yang didaftarkan serta menit bermain yang harus dipenuhi pemain muda.

“Regulasinya jelas bahwa ada sekurang-kurangnya 10 yang didaftarkan pemain senior, semua usia, yang diperbolehkan main adalah lima. Kemudian under 23 itu yang boleh didaftarkan adalah 15, yang boleh main juga 5 untuk awal,” tuturnya.

Selanjutnya, ia menjelaskan tentang regulasi untuk pemain under 20. “Under 20, kelahiran 2005 ke atas, itu sekurang-kurangnya yang main lima. Dan minimum permainnya adalah 90 menit. Boleh semua sekaligus main, kemudian misalnya 15 menit, 15 menit, 90 menit. Atau 90 menit langsung satu pemain,” pungkas Ferry.

Kesimpulan

Dengan adanya perubahan format dan regulasi usia, Liga Nusantara diharapkan dapat menjadi wadah yang lebih baik bagi pengembangan bakat muda di Indonesia. Selain itu, penggunaan sistem home tournament juga menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas finansial klub peserta. Dengan begitu, kompetisi ini tetap bisa berjalan dengan lancar meski menghadapi tantangan ekonomi.