Penangkapan Anggota KKB yang Terlibat dalam Aksi Kekerasan di Yahukimo

Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo berhasil menangkap Iron Heluka, seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo Batalyon Sisibia. Penangkapan ini dilakukan pada Jumat (28/11/2025) setelah Iron terlibat dalam aksi pembakaran lapak gorengan di kawasan Ruko Blok C, Distrik Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan.

Iron diringkus saat sedang beraksi bersama dua temannya. Saat petugas tiba di lokasi, mereka melihat Iron dan rekan-rekannya sedang membakar lapak gorengan. Dua dari temannya berhasil kabur, sementara Iron diamankan dan dibawa ke Polres Yahukimo untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Rekam Jejak Kriminal yang Mengkhawatirkan

Penyidikan mendalam mengungkap bahwa Iron Heluka memiliki rekam jejak kriminal yang sangat berat. Ia diketahui telah bergabung dengan KKB Kodap XVI Yahukimo sejak Mei 2025. Selain aksi pembakaran lapak gorengan, Iron juga terlibat dalam beberapa aksi kriminal lainnya yang menimbulkan kekhawatiran di wilayah tersebut.

Deretan Aksi yang Dilakukan Iron Heluka

  • Pembakaran Gedung Samsat

    Iron Heluka merupakan pelaku utama insiden pembakaran Gedung Samsat Yahukimo pada 12 September 2025. Ia melakukan aksi ini bersama dua rekannya, JP dan RS.

  • Keterlibatan dalam Pembunuhan

    Ia juga terlibat sebagai pengawas situasi di belakang kendaraan saat aksi pembunuhan terhadap Bahar bin Saleh terjadi.

Pernyataan dari Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menyampaikan bahwa penangkapan Iron Heluka merupakan langkah penting dalam memutus mata rantai kekerasan KKB di Yahukimo. Menurutnya, penangkapan ini menunjukkan kerja cepat dan tanggap dari aparat di lapangan.

“Penangkapan Iron Heluka adalah langkah penting dalam memutus mata rantai aksi kekerasan KKB di Yahukimo,” ujar Faizal.

Selain itu, Faizal menjelaskan bahwa dalam penangkapan tersebut, aparat berhasil mengamankan beberapa barang bukti, seperti satu unit telepon seluler Vivo Y28, dua korek api, satu topi Rasta, dan satu tas noken bintang kejora.

“Dia (Iron Heluka) masih menjalani pemeriksaan intensif terkait jaringannya dan seluruh aksi kriminal di wilayah Yahukimo,” tambahnya.

Peran Penting Sinergi antara Satgas dan Polres Yahukimo

Wakil Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, menegaskan pentingnya sinergi antara Satgas dan Polres Yahukimo dalam menangani ancaman dari KKB. Menurutnya, keberhasilan penangkapan ini menunjukkan bahwa aparat selalu siaga dan responsif terhadap potensi ancaman.

“Anggota langsung bergerak dan berhasil mengamankan satu pelaku yang ternyata memiliki rekam jejak kriminal berat. Ini bukti bahwa aparat selalu siaga dan responsif terhadap potensi ancaman,” ujarnya.

Adarma juga mengimbau masyarakat untuk terus proaktif melaporkan setiap aktivitas mencurigakan demi menjaga keamanan dan ketertiban bersama di Yahukimo.

“Partisipasi masyarakat untuk melaporkan sangat kami butuhkan,” tandas Adarma.

Penangkapan yang Menjadi Langkah Awal dalam Pemulihan Keamanan

Penangkapan Iron Heluka menjadi langkah awal dalam upaya pemulihan keamanan di wilayah Yahukimo. Dengan penangkapan ini, aparat berharap dapat mengurangi aksi-aksi kekerasan yang sering terjadi akhir-akhir ini. Selain itu, penangkapan ini juga menjadi peringatan bagi kelompok-kelompok kriminal lainnya bahwa pihak berwajib akan terus berupaya keras untuk menindak tegas segala bentuk kejahatan.

Dengan adanya sinergi antara Satgas dan Polres, diharapkan bisa memberikan rasa aman bagi masyarakat dan menjaga stabilitas wilayah. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan aktif dalam memberikan informasi kepada aparat guna memastikan keamanan bersama.