Kritik terhadap Sistem Pelayanan Kesehatan di Papua

Kematian ibu hamil Irene Sokoy dan bayinya, yang diduga akibat penolakan dari empat rumah sakit di Jayapura, Papua, memicu reaksi keras dari Aliansi Pemuda dan Masyarakat Papua Peduli Demokrasi. Tragedi ini menjadi bukti nyata kerusakan sistem pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

Peristiwa yang Menyedihkan

Ketua Aliansi, Jansen Previdea Kareth, menegaskan bahwa kasus Irene Sokoy bukanlah kejadian biasa, melainkan alarm bagi seluruh sistem pelayanan kesehatan di Papua. Ia menyebut keterlambatan dalam memberikan pertolongan medis kepada pasien darurat, terutama ibu hamil kritis, sebagai kegagalan serius.

“Kami sangat prihatin dengan situasi ini. Pasien datang mencari pertolongan, bukan pulang membawa duka,” ujarnya dengan nada kesedihan. Jansen menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh rumah sakit tidak sesuai dengan tanggung jawab mereka sebagai tempat layanan kesehatan.

Respons Nasional

Jansen mengapresiasi perhatian nasional terhadap kasus ini. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto disebut telah memerintahkan Menteri Dalam Negeri untuk melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh rumah sakit di Papua. Hal ini menunjukkan bahwa isu ini tidak hanya menjadi perhatian lokal, tetapi juga nasional.

Kritik terhadap Penyaluran Dana Otsus

Selain itu, Jansen juga mengkritik penyaluran Dana Otonomi Khusus (Otsus) di sektor kesehatan. Ia menilai bahwa penyaluran dana tersebut dinilai tidak optimal. “Kami menduga adanya praktik korupsi oleh elit pejabat menjadi salah satu penyebab buruknya kualitas pelayanan,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa dana Otsus seharusnya digunakan secara transparan dan efektif untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Namun, saat ini, dana tersebut justru dinilai tidak berdampak signifikan pada masyarakat.

Tantangan untuk Gubernur Papua

Jansen menantang Gubernur Papua untuk menunjukkan komitmen nyata dalam membenahi pelayanan kesehatan. Ia menyarankan agar dilakukan audit besar-besaran dan penerapan reformasi sistem pelayanan. “Pak Gubernur Papua harus berani membenahi pelayanan kesehatan. Perlu audit besar-besaran dan menerapkan reformasi sistem pelayanan,” pinta Jansen.

Ia juga menegaskan bahwa Aliansi Pemuda dan Masyarakat Papua Peduli Demokrasi akan terus mengawal proses ini sebagai bentuk solidaritas rakyat Papua. “Pokoknya kami akan terus mengawal proses ini sebagai bentuk solidaritas rakyat Papua,” imbuhnya.

Kesimpulan

Tragedi kematian Irene Sokoy dan bayinya menjadi titik awal untuk mereformasi sistem pelayanan kesehatan di Papua. Diperlukan langkah-langkah konkret, seperti audit menyeluruh dan penggunaan dana Otsus secara optimal, untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Selain itu, partisipasi aktif dari masyarakat dan pemerintah setempat sangat penting dalam menjaga kualitas layanan kesehatan yang baik bagi seluruh warga.