Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 di Pantai Klothok

Peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2025 menjadi momen penting bagi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonogiri untuk menunjukkan komitmen nyata dalam melindungi pesisir dan mengurangi dampak perubahan iklim. Melalui kegiatan penanaman pohon di kawasan Pantai Klothok, Paranggupito, DLH Wonogiri menggerakkan masyarakat dan berbagai elemen daerah untuk ikut memperkuat ekosistem pantai yang selama ini rentan terhadap abrasi dan kerusakan lingkungan.

Program “Mageri Segoro” yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi menjadi dasar dari inisiatif ini. DLH Wonogiri memulai langkah konkret dengan menanam 400 bibit pohon di area Pantai Klothok. Bibit tersebut terdiri dari:

  • 175 bibit cemara laut, yang berfungsi menahan angin dan abrasi
  • 100 bibit ketapang, pohon peneduh yang memiliki daya adaptasi tinggi di wilayah pesisir
  • 125 bibit ketapang kencana, yang berperan penting dalam memperkuat keanekaragaman vegetasi pantai

Kepala DLH Kabupaten Wonogiri, Bahari, menjelaskan bahwa penanaman ini baru tahap pertama. “Direncanakan akan ditanam total 1.500 bibit pohon hingga akhir tahun 2025 untuk memperkuat sabuk hijau Pantai Klothok,” ungkapnya.

Program penanaman bertahap ini tidak hanya fokus pada penghijauan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar untuk membangun garis pertahanan alamiah di kawasan pesisir selatan Wonogiri. Selain penanaman pohon, kegiatan ini juga disertai aksi bersih pantai yang melibatkan berbagai komunitas, relawan, perangkat desa, hingga unsur masyarakat umum. Dalam waktu singkat, mereka berhasil mengumpulkan 35,8 kilogram sampah organik dan anorganik dari area Pantai Klothok.

Upaya ini selaras dengan tema global HLH Sedunia tahun ini, yaitu “Ending Plastic Pollution”. Melalui gerakan tersebut, DLH Wonogiri ingin meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengurangi sampah plastik sejak dari sumbernya, sekaligus menjaga pantai sebagai ruang publik yang bersih dan lestari.

Langkah yang diambil DLH Kabupaten Wonogiri tidak berhenti pada seremoni penanaman. Program “Mageri Segoro” dirancang sebagai gerakan berkelanjutan, yang mencakup rehabilitasi lingkungan pesisir, edukasi masyarakat, dan pelibatan multipihak dalam menjaga kawasan pantai. Dengan target 1.500 bibit hingga akhir tahun 2025, program ini diharapkan mampu:

  • Mengurangi laju abrasi pantai
  • Meningkatkan kualitas ekosistem pesisir
  • Menjadi penyangga alami bagi kawasan wisata Pantai Klothok
  • Serta memperkuat ketahanan lingkungan di Kecamatan Paranggupito

Melalui langkah-langkah konkret ini, DLH Wonogiri menunjukkan bahwa perlindungan lingkungan bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata yang melibatkan masyarakat dan pemerintah secara bersama. Peringatan HLH Sedunia 2025 di Pantai Klothok menjadi contoh bagaimana kolaborasi lintas elemen dapat menyatu dalam satu tujuan: menjaga bumi tetap lestari.

Upaya penghijauan, pembersihan pantai, hingga edukasi pengurangan sampah plastik merupakan bagian dari komitmen jangka panjang yang terus diperkuat oleh DLH Kabupaten Wonogiri. Dengan gerakan seperti “Mageri Segoro”, Wonogiri tidak hanya ikut merayakan Hari Lingkungan Hidup, tetapi juga menegaskan diri sebagai daerah yang berkomitmen tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan dan masa depan generasi berikutnya.