Penemuan Mayat di Kamar Indekos Menghebohkan Warga Garut Kota

Warga Kampung Maktal, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat laki-laki di salah satu kamar indekos. Korban diketahui berinisial HS, seorang pegawai salon yang sudah lama menetap di lokasi tersebut.

Penemuan jasad ini terungkap setelah warga sekitar mencium bau menyengat dari arah kamar korban, memicu kecurigaan. Setelah dicek, warga menemukan HS dalam kondisi tidak bernyawa, tergeletak di area antara kamar dan kamar mandi.

“Jasad korban ditemukan tergeletak di antara kamar dan kamar mandi,” terang Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin, pada Senin (1/12/2025).

Menanggapi laporan warga, pihak kepolisian segera melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh HS.

AKP Joko Prihatin mengungkapkan, polisi menduga kuat bahwa penyebab kematian HS adalah kecelakaan tunggal, yakni terjatuh di dalam kamar. Dugaan ini didukung oleh temuan luka memar di bagian kepala korban, yang diperkirakan akibat benturan keras saat insiden jatuh.

Diperkirakan, HS telah meninggal dunia sekitar empat hari sebelum jasadnya ditemukan. Kondisi ini yang kemudian menimbulkan bau tidak sedap dan menarik perhatian warga sekitar indekos.

Keluarga Menolak Autopsi

Menurut keterangan kepolisian, HS adalah warga asli Kecamatan Samarang, Garut. Korban dikenal oleh tetangga indekosnya sebagai individu yang cenderung hidup sendiri dan jarang berinteraksi, sehingga kematiannya baru diketahui setelah bau menyengat muncul.

Setelah dievakuasi, jasad HS sempat dibawa ke kamar jenazah RSUD dr. Slamet Garut untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun, Kasat Reskrim mengonfirmasi bahwa pihak keluarga korban memutuskan untuk menolak dilakukan autopsi.

“Korban telah diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan. Keluarga menolak untuk dilakukan autopsi,” tutup AKP Joko Prihatin.

Proses Investigasi dan Tindakan Lanjutan

Polisi masih terus melakukan investigasi untuk memastikan penyebab kematian HS. Meskipun tidak ada tanda-tanda kekerasan, petugas tetap memperhatikan semua kemungkinan yang bisa saja menjadi penyebab kematian korban.

Selain itu, pihak kepolisian juga melakukan koordinasi dengan pihak keluarga untuk memastikan proses pemakaman berjalan dengan baik. Hal ini juga menjadi bagian dari proses hukum dan etika dalam penanganan kasus kematian seseorang.

Beberapa pihak terkait, termasuk tetangga dan pengelola indekos, juga dimintai keterangan untuk membantu melengkapi informasi yang diperlukan dalam penyelidikan.

Tanggapan Masyarakat

Peristiwa ini menimbulkan reaksi dari warga sekitar. Banyak dari mereka merasa prihatin dengan nasib korban, terutama karena korban dikenal sebagai sosok yang hidup sendiri dan jarang berinteraksi dengan orang lain. Beberapa warga juga mengungkapkan rasa takut terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama jika ada potensi risiko keselamatan yang belum terdeteksi.

Sementara itu, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang belum tentu benar. Mereka juga menegaskan bahwa proses penyelidikan akan dilakukan secara transparan dan profesional.