Kemenimipas Berikan Bantuan dan Pembebasan Biaya Penggantian Paspor bagi Korban Banjir
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memberikan bantuan khusus kepada korban banjir yang terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat. Salah satu bentuk bantuan tersebut adalah pembebasan biaya penggantian paspor bagi korban yang paspornya rusak atau hilang akibat bencana alam ini.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto telah memerintahkan Pelaksana Tugas Dirjen Imigrasi Yuldi Yusman untuk menerbitkan keputusan menteri yang mengatur kebijakan tersebut. Dalam pernyataannya, Agus menyampaikan bahwa pihaknya akan memastikan penggantian paspor dapat dilakukan secara gratis bagi para korban.
“Bagi korban yang paspornya rusak atau hilang akibat banjir, saya sudah meminta Dirjen untuk mengeluarkan kepmen agar penggantian dapat dilakukan secara gratis,” ujar Agus Andrianto pada Jumat 5 November 2025.
Selain itu, Kemenimipas juga melakukan pendataan terhadap seluruh unit pelaksana teknis yang terdampak bencana. Tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat kerusakan dan kebutuhan penanggulangan yang diperlukan.
Bantuan Kemanusiaan yang Disalurkan
Selain kebijakan pembebasan biaya penggantian paspor, Kemenimipas juga mengirimkan bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak banjir. Bantuan tersebut disalurkan melalui TNI Angkatan Laut karena kondisi logistik yang cukup berat.
Beberapa jenis bantuan yang dikirim antara lain:
- 20 ton beras
- 1.500 pasang pakaian dalam wanita
- 3.120 pembalut wanita
- 3.152 popok anak
- 9.200 kaleng susu
- 2.660 kaleng sarden
- 2.000 dus mi instan
- 2.000 kaleng biskuit
Agus Andrianto menyatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas sosial jajaran Kemenimipas terhadap para korban. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pegawai yang telah berdonasi.
“Sebagai tindak lanjut arahan Presiden, kita berkewajiban membantu meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang hingga kini masih terdampak banjir,” ujarnya.
Upaya Kemenimipas dalam Membantu Korban Banjir
Kemenimipas tidak hanya memberikan bantuan berupa barang, tetapi juga berupaya mempercepat proses penggantian paspor bagi korban banjir. Hal ini dilakukan dengan menerbitkan keputusan menteri yang memungkinkan penggantian paspor dilakukan tanpa biaya.
Pihak Kemenimipas juga terus memantau perkembangan situasi di daerah terdampak. Dengan adanya pendataan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, diharapkan bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.
Keberlanjutan Bantuan dan Dukungan
Selain bantuan fisik, Kemenimipas juga terus memberikan dukungan moral kepada para korban banjir. Para pegawai Kemenimipas turut berpartisipasi dalam kegiatan donasi untuk membantu meringankan beban para korban.
Dengan langkah-langkah yang diambil oleh Kemenimipas, diharapkan masyarakat yang terdampak banjir dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal.


Tinggalkan Balasan