JAKARTA, Daritimur.id
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu (10/12/2025) dengan kenaikan sebesar 0,51 persen, mencapai level 8.700. Kenaikan ini diiringi dengan peningkatan volume transaksi yang signifikan. Meskipun indeks mengalami penguatan, para analis menyatakan bahwa ruang untuk kenaikan lebih lanjut semakin terbatas dan berpotensi memasuki fase koreksi dalam jangka pendek.
Analis Teknikal dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa IHSG saat ini diperkirakan berada di akhir wave [iii] dari wave 5 pada label hitam. Hal ini meningkatkan probabilitas terjadinya koreksi, dengan potensi penurunan yang mungkin menguji area 8.447 hingga 8.562. Selain itu, koreksi ini juga bisa menutupi gap tipis yang sebelumnya terbentuk.
“Kami memperkirakan saat ini IHSG sedang berada di akhir wave [iii] dari wave 5 pada label hitam, sehingga selanjutnya IHSG rawan terkoreksi dahulu untuk menguji 8.447-8.562 sekaligus menutup area gap tipisnya,” ujar Herditya dalam analisis hariannya.
Dalam skenario terburuk (label merah), IHSG diperkirakan telah menyelesaikan wave (1) dan berpotensi mengalami koreksi lebih dalam menuju area 8.000-an sebelum kembali melanjutkan tren kenaikan.
“Namun worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (1) dan akan terkoreksi cukup dalam ke area 8.000-an,” paparnya.
Dalam jangka dekat, level 8.622 dan 8.493 menjadi area support penting yang perlu diperhatikan. Sementara itu, resistance berada di kisaran 8.769 dan 8.809.
Sementara itu, Associate Director of Research and Investment dari Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance di kisaran 8.620 hingga 8.880.
“Berdasarkan analisis teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 8.620-8.880,” kata Nico.
Lalu, saham apa saja yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini di Bursa Efek Indonesia?
Rekomendasi Saham Hari Ini
MNC Sekuritas
-
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)
Saham BRMS ditutup pada harga Rp 980.
Direkomendasikan buy on weakness karena pergerakannya saat ini berada pada awal wave [c] dari Y dalam struktur wave (B). -
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)
CDIA ditutup di level Rp 1.885 dan juga direkomendasikan buy on weakness.
Diperkirakan tengah berada pada fase wave [iv] dari wave C. -
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)
GOTO ditutup pada Rp 70 dan direkomendasikan speculative buy.
Saat ini bergerak pada bagian wave (v) dari wave [i]. -
PT Timah Tbk (TINS)
TINS ditutup pada Rp 3.020, kembali direkomendasikan buy on weakness.
Berada pada bagian wave 4 dari wave (3).
Pilarmas Investindo Sekuritas
-
PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN)
COIN ditutup pada harga Rp 4.090, dengan area support di Rp 3.780 dan resistance di Rp 4.350.
Secara teknikal, COIN memiliki target pergerakan menuju Rp 4.330. -
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)
BRMS mencatat harga penutupan di Rp 980.
Support di Rp 955, resistance di Rp 1.025, dan target pergerakan di kisaran Rp 1.020. -
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)
EMTK ditutup pada Rp 1.420, dengan support di Rp 1.370 dan resistance di Rp 1.505.
Target pergerakan EMTK berada di Rp 1.500.
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham.
Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas.
Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor.
Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.


Tinggalkan Balasan