Sejarah dan Keistimewaan Nasi Liwet Bu Wongso Lemu
Nasi Liwet Bu Wongso Lemu adalah salah satu ikon kuliner yang sudah dikenal oleh berbagai generasi dan daerah. Warung makan ini memiliki sejarah panjang yang terkait dengan budaya lokal Kota Solo. Nama “Lemu” berasal dari julukan Bu Wongso, yang memiliki postur tubuh gemuk. Dalam bahasa Jawa, kata “lemu” berarti gemuk. Julukan ini kemudian menjadi identitas utama dari warung makan tersebut.
Asal Usul Nasi Liwet Bu Wongso Lemu
Nasi Liwet Bu Wongso Lemu telah ada sejak era 1950-an. Awalnya, usaha ini dimulai oleh Karyo, ibu dari Mbah Wongso. Pada masa itu, Karyo menjajakan nasi liwet secara sederhana di pojokan dekat Jalan Slamet Riyadi. Ia menggunakan tenggok bambu sebagai wadah dagangan, metode khas pedagang tradisional pada masa itu. Perjalanan ke Kota Solo dilakukan setiap hari dari rumahnya di Baki, Sukoharjo, menggunakan becak. Aktivitas berjualan dilakukan pada malam hari dengan penerangan seadanya, yaitu lampu minyak tanah.
Pada suatu saat, usaha ini kemudian diteruskan oleh sang anak, yaitu Mbah Wongso. Karena memiliki postur tubuh gemuk, ia dikenal dengan julukan “Lemu”. Nama ini akhirnya melekat dan dikenal luas hingga kini sebagai Nasi Liwet Bu Wongso Lemu.
Berkembang Menjadi Kuliner Legendaris
Seiring berjalannya waktu, Nasi Liwet Bu Wongso Lemu semakin diminati. Dari jualan keliling, usaha ini berkembang menjadi warung makan yang selalu ramai pengunjung, baik warga Solo maupun wisatawan dari luar kota. Keistimewaan dari hidangan ini terletak pada penyajiannya yang khas. Nasi gurih disajikan bersama labu siam, suwiran ayam, telur pindang, areh santan kental, serta sambal yang menambah kelezatan.
Semua hidangan disajikan di atas daun pisang, menciptakan aroma dan sensasi tradisional yang kuat. Hal ini membuat Nasi Liwet Bu Wongso Lemu menjadi ikon kuliner malam Kota Solo. Banyak orang rela antre untuk menikmati seporsi nasi liwet hangat di malam hari.
Ikon Kuliner Malam Kota Solo
Keberadaan Nasi Liwet Bu Wongso Lemu sering direkomendasikan sebagai destinasi wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Solo. Popularitasnya tidak lepas dari kemampuannya mempertahankan rasa asli sejak awal berdiri. Meskipun zaman terus berubah dan banyak inovasi kuliner bermunculan, nasi liwet ini tetap setia pada resep tradisionalnya.
Warisan kuliner yang terjaga ini kini bukan hanya sekadar tempat makan, melainkan simbol keteguhan menjaga warisan kuliner lokal. Dari generasi ke generasi, cita rasa dan cara penyajiannya tetap dipertahankan, menjadikannya salah satu kuliner legendaris yang melekat kuat dengan identitas Kota Solo.
Lokasi dan Jam Operasional
Nasi Liwet Bu Wongso Lemu terletak di Jl. Teuku Umar, Keprabon, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta. Warung ini buka dari pukul 16.00 hingga 01.00 WIB.



Tinggalkan Balasan