Partai Golkar merayakan hari ulang tahun partai ke-61 pada 20 Oktober 2025 dengan berbagai rangkaian kegiatan yang penuh makna. Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memimpin upacara peringatan yang dihadiri oleh puluhan kader partai yang mengenakan seragam jas berwarna kuning. Upacara ini menjadi simbol kekompakan dan kesatuan para anggota partai dalam memperingati momen penting ini.

Dalam acara tersebut, Bahlil didampingi oleh Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhamad Sarmuji. Mereka melakukan sesi penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur, serta mengunjungi beberapa makam tokoh-tokoh penting yang pernah menjabat posisi strategis di Partai Golkar. Salah satu yang dikunjungi adalah makam mantan Presiden B.J. Habibie, yang pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Golkar. Selain itu, rombongan juga mengunjungi makam mantan Ketua Umum Golkar Harmoko, yang pernah menjadi Menteri Penerangan pada tahun 1983. Tidak hanya itu, mereka juga menaburkan bunga di atas pusara mantan Wakil Presiden Soedharmono yang pernah menjabat sebagai ketua umum Golkar.

Bahlil menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan Partai Golkar terhadap para senior dan tokoh-tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi partai dan negara. “Kami ingin menghargai jasa-jasa mereka dan menjadikannya sebagai inspirasi untuk generasi penerus,” ujarnya di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, pada Senin, 20 Oktober 2025.

Selain mengunjungi makam tokoh-tokoh partai, rombongan juga singgah ke beberapa makam pahlawan revolusi seperti Ahmad Yani, M.T. Harjono, hingga Raden Soeprapto. Hadir dalam kegiatan ini antara lain Wakil Ketua Umum Golkar sekaligus Menteri Komunikasi dan Informatika Meutya Hafid, serta Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji.

Bahlil menjelaskan bahwa agenda hari ini bertujuan untuk mendoakan para pendahulu Golkar dan menjadi refleksi bagi pengurus partai agar meneladani kontribusi para leluhur partai tersebut. “Kami akan melanjutkan perjuangan ini untuk menjadikan Golkar semakin bermakna, berkontribusi pada pembangunan rakyat dan negara,” kata dia.

Menurut Bahlil, partai berlambang pohon beringin ini sejatinya lahir untuk menjadi instrumen perjuangan kepentingan rakyat. Tujuannya adalah mewujudkan cita-cita proklamasi kemerdekaan dalam hal kesejahteraan, pendidikan, lapangan pekerjaan, dan kesetaraan bagi rakyat.

Bahlil juga menyampaikan hasil kajian internal yang dilakukan selama enam bulan terakhir. Hasilnya menunjukkan bahwa Golkar memiliki sejarah panjang. Partai ini didirikan oleh 97 golongan dan organisasi rakyat, termasuk TNI, Polri, cendikiawan, dan para pemuda. Ia bertekad untuk membawa Golkar kembali pada kiprah perjuangannya demi kepentingan rakyat.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menggelar rangkaian HUT ke-61 Golkar melalui kegiatan berbasis pelayanan masyarakat. Contohnya adalah pasar murah, pengobatan masal, hingga doa bersama. “Untuk apa, untuk keselamatan rakyat bangsa dan negara,” ujar Bahlil.