Jenderal Bintang Satu Termuda TNI yang Menjadi Komandan Resor Militer 045 Garuda Jaya

Nur Wahyudi, seorang perwira tinggi TNI, kini menjadi jenderal bintang satu termuda di Indonesia. Ia tercatat sebagai orang pertama dalam angkatannya, Akademi Militer (Akmil) 2001, yang berhasil meraih pangkat bintang satu. Kini, ia menjabat sebagai Komandan Resor Militer (Danrem) 045 Garuda Jaya (Gaya) Bangka Belitung. Jabatan ini diperuntukkan bagi perwira tinggi bintang satu, sehingga Nur Wahyudi naik pangkat dari tiga melati menjadi bintang satu.

Pengangkatan Nur Wahyudi sebagai Danrem 045 Gaya dilakukan setelah ia menggantikan Brigjen TNI Safta Feryansyah, yang juga berasal dari korps baret merah. Sebelumnya, Nur Wahyudi menjabat sebagai Irutum Inspektorat Kopassus dan memiliki latar belakang karier yang cukup panjang di berbagai satuan militer.

Latar Belakang Karier Nur Wahyudi

Nur Wahyudi lulusan Akmil 2001 dan memiliki pengalaman luas di bidang Infanteri. Awal karier militernya dimulai dengan tugas di Grup 1 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Serang selama dua tahun. Setelah itu, ia mendapatkan pendidikan anti-teror di Jakarta. Pada 2012, Nur Wahyudi pindah tugas ke Grup 3/Sandhi Yudha, satuan Kopassus yang menangani tugas perang rahasia.

Hingga 2015, ia menyelesaikan pendidikan di Bandung dan kembali ke Grup 1 Kopassus Serang. Selama masa dinasnya, ia juga pernah menjadi bagian dari Intel dan kemudian menjabat sebagai Komandan Batalyon (Danyon) 12 Grup 1 Kopassus Serang. Hampir dua tahun menjabat Danyon 12, ia dipanggil ke Jakarta untuk mengikuti lomba menembak di Singapura.

Selain itu, Nur Wahyudi juga pernah menjabat sebagai Komandan Sekolah Anti Teror di Grup Pusdiklatsus. Ia juga sempat ditugaskan sebagai anggota Satgas Unifil Lebanon sebelum akhirnya pulang ke Tanah Air pada Januari 2020. Jabatan terakhirnya sebelum menjabat Danrem 045 Gaya adalah Komandan Kodim (Dandim) 0603/Lebak sejak 5 Agustus 2020, menggantikan Letkol Kav Yudha Setiawan. Kini, ia menjabat sebagai Komandan Satuan atau Dansat 81 Kopassus.

Hubungan dengan Juliana Moechtar

Nama Nur Wahyudi menjadi sorotan setelah Juliana Moechtar, mantan istri Herman Sikumbang, mengumumkan bahwa dirinya akan menikahi sang perwira tinggi. Dalam unggahan akun Instagram, Juliana membagikan potret kebersamaannya dengan Nur Wahyudi. Ia menulis caption yang menyampaikan makna kebahagiaan sebagai hasil dari kesabaran dan perjuangan.

Juliana juga mengungkapkan bahwa ia dikenalkan dengan Nur Wahyudi oleh temannya. Kebetulan, Nur Wahyudi adalah duda yang ditinggal meninggal istrinya, sementara Juliana adalah janda setelah suaminya, Herman Sikumbang, meninggal dalam tragedi tsunami di Banten akhir 2018 silam. Latar belakang militer Nur Wahyudi tidak asing bagi Juliana, karena orangtuanya juga seorang militer. Bahkan, kakak Juliana yang juga anggota TNI mengenal Nur Wahyudi, sehingga hubungan mereka semakin dekat hingga memutuskan untuk menikah.