Suporter Sepak Bola yang Menyatukan

Yel-yel yang menggema pasca pertandingan antara Persebaya Surabaya melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (18/10), menunjukkan antusiasme luar biasa dari para suporter. Dalam pertandingan ini, jumlah penonton mencatat rekor baru untuk Super League musim ini. Sebanyak 33.432 penonton membanjiri tribun, melebihi rekor sebelumnya yang tercatat saat Persija melawan Bali United di Jakarta International Stadium dengan 29.389 penonton.

Ribuan The Jakmania dan The Jak Angel yang hadir merasa aman dan nyaman selama pertandingan. Bahkan ketika tim lawan harus kalah di kandang sendiri. Salah satu anggota The Jak Angel yang hadir dalam pertandingan ini adalah Widiani Anjasari. Baginya, kehadiran di Surabaya menjadi pengalaman istimewa. Ini merupakan kedua kalinya dia melakukan away ke Surabaya dan membawa rekan-rekannya dari The Jak Rawa Sari untuk merasakan kehangatan Kota Pahlawan.

“Kehadiran di Surabaya sangat menarik dan antusiasme yang baik di 2025 ini. Meskipun cuaca Surabaya terasa panas, hal itu tidak menyurutkan semangat anak-anak The Jak,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos.

Menurutnya, suasana di dalam pertandingan terasa begitu adem. Sambutan dari Bonek Mania dan Panpel Surabaya sangat apik. Tidak ada imbauan larangan away di media sosial resmi klub, bahkan band The Jakmania Skarbu tampil di area GBT. Selain itu, suporter tamu diperbolehkan menggunakan atribut penuh serta banyaknya syal bertuliskan #SUBJKTADEM.

“Kami salut dengan suporter tuan rumah Bonek Mania yang semakin asik dan mengutamakan perdamaian, dibandingkan hasil pertandingan,” ujar Widi.

Sepanjang perjalanan, pertandingan hingga kepulangan ke Jakarta, Widiani merasa aman dan nyaman. “Sepak bola menyatukan kita dan mempertemukan kita. Karena sepak bola kita bersaudara,” katanya.

Oleh karena itu, ia berpesan kepada PSSI selaku Federasi dan I.League selaku operator kompetisi untuk mencabut larangan suporter away. “Selagi away aman, seharusnya tidak ada sanksi,” ucapnya.

Dedengkot The Jakmania Irlan Alarancia menilai Bonek luar biasa. Ketika menelan kekalahan di kandang, tidak ada lemparan atau ujaran kebencian terhadap The Jakmania. “Ayo bawa adem, bawa cerita ini dan sebarkan,” tutupnya.

Pengalaman Suporter yang Berkesan

Pengalaman suporter seperti Widiani Anjasari menunjukkan bahwa sepak bola memiliki kemampuan untuk menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang. Di tengah persaingan yang ketat antara dua klub besar, para suporter justru menunjukkan sikap sportif dan saling menghargai.

Beberapa faktor yang membuat pengalaman away di Surabaya begitu istimewa antara lain:

  • Sambutan yang hangat: Bonek Mania memberikan sambutan yang luar biasa kepada The Jakmania, meskipun mereka datang sebagai suporter tamu.
  • Lingkungan yang aman: Tidak ada insiden yang mengganggu selama pertandingan, sehingga semua suporter merasa nyaman.
  • Kebebasan beratribut: Suporter tamu diperbolehkan menggunakan atribut penuh, termasuk syal dan bendera.
  • Kehadiran band: Band The Jakmania Skarbu tampil di area GBT, menambah semarak suasana pertandingan.

Selain itu, beberapa suporter juga menilai bahwa kebijakan yang diterapkan oleh Panpel Surabaya sangat mendukung suasana harmonis selama pertandingan. Tidak ada larangan yang diberlakukan secara berlebihan, sehingga semua pihak dapat menikmati pertandingan dengan tenang.

Masa Depan Sepak Bola Indonesia

Pengalaman yang dirasakan oleh suporter di pertandingan ini menjadi contoh bagaimana sepak bola bisa menjadi alat untuk memperkuat hubungan antar suporter. Dengan menjaga sikap sportif dan saling menghargai, sepak bola tidak hanya sekadar olahraga, tetapi juga sarana untuk membangun kebersamaan dan perdamaian.

Banyak harapan bahwa kebijakan yang diterapkan pada pertandingan ini bisa menjadi model untuk pertandingan-pertandingan mendatang. Dengan menerapkan prinsip keamanan dan kesetaraan, sepak bola Indonesia bisa menjadi lebih baik lagi, baik dari segi kompetisi maupun interaksi antar suporter.