Cakue Favorit Pak Udin, Kuliner Tradisional yang Tetap Eksis di Leuwiliang
Di tengah maraknya jajanan kekinian yang menawarkan berbagai rasa dan variasi, masih ada beberapa kuliner tradisional yang tetap bertahan dengan cita rasa klasiknya. Salah satunya adalah Cakue Favorit Pak Udin, sebuah usaha jajanan legendaris yang telah berdiri sejak tahun 1985 di kawasan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.
Pemilik usaha ini adalah Mahfudin atau yang akrab disapa Udin. Ia telah hampir empat dekade menjajakan cakue di pinggir jalan dekat pertigaan Karacak, sebelum Pasar Leuwiliang. Dengan wajan besar dan aroma khas gorengan yang menggugah selera, dagangannya selalu menjadi incaran warga setiap pagi.
“Awalnya saya diajak teman untuk jualan cakue. Dulu belajar bikin bareng sampai akhirnya bisa buat sendiri,” ujar Udin saat ditemui di lokasi jualannya.
Udin menceritakan bahwa awalnya ia berjualan secara keliling ke sekolah-sekolah dasar, sebelum akhirnya menetap di lokasi sekarang. Pada masa jayanya, ia bisa menghabiskan 20 kilogram adonan per hari, sementara saat ini rata-rata sekitar 15 kilogram.
Harga cakue pun terbilang ramah di kantong. “Dulu satu biji cuma 500 perak, sekarang paling seribu rupiah,” ucapnya. Meski harga murah, rasa cakue buatannya tak pernah berubah.
“Dari dulu sampai sekarang resepnya sama. Rasa tetap gurih dan empuk, dan alhamdulillah pembeli masih banyak yang suka,” tambahnya.
Selama puluhan tahun berjualan, Udin mengaku sempat merasakan masa sulit, terutama saat pandemi Covid-19. Namun kini usahanya kembali stabil. “Waktu Covid sempat turun, tapi sekarang udah bagus lagi. Banyak pelanggan lama yang balik,” katanya.
Bagi Udin, usaha cakue bukan sekadar mencari penghasilan, tapi juga bentuk perjuangan hidup. “Saya bertahan jualan ini karena latar belakang pendidikan juga, dan alhamdulillah dari sini bisa nyekolahin anak sampai kuliah,” tuturnya.
Kini, anaknya perlahan mulai ikut membantu berjualan, belajar agar bisa meneruskan usaha sang ayah kelak. “Kadang gantian dulu sama anak, biar dia juga bisa belajar,” kata Udin.
Udin berharap, usaha cakue yang dirintisnya bisa terus bertahan dan menjadi warisan bagi keluarganya. “Mudah-mudahan usaha ini bisa dilanjutkan terus buat ke depannya,” ujarnya.
Keberadaan Cakue Favorit dalam Kenangan Warga
Salah satu pelanggan, Azizah, mengatakan sudah mengenal Cakue Favorit sejak masih sekolah. “Saya udah beli dari dulu banget. Rasanya enak, teksturnya lembut, enggak keras kayak di tempat lain. Dari dulu sampai sekarang rasanya enggak berubah,” ujarnya.
Menurut Azizah, keberadaan Cakue Favorit sudah menjadi bagian dari kenangan warga Leuwiliang. “Udah termasuk legendaris sih. Dari tahun 85 masih tetap eksis, padahal banyak jajanan modern sekarang,” tambahnya.
Lokasi dan Cara Mengakses
Bagi pencinta kuliner yang ingin mencicipinya, jajanan ini bisa ditemukan di Jalan Nasional 11 No. 87–95, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Lokasinya cukup mudah dijangkau karena berada di pinggir jalan utama Leuwiliang.



Tinggalkan Balasan