Peninjauan Proyek Perbaikan Jalan Prof A Majid Ibrahim
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, melakukan peninjauan terhadap proyek pembangunan Jalan Prof A Majid Ibrahim yang selama ini mengalami kerusakan parah. Peninjauan dilakukan di Gampong Merduati pada Jumat (31/10/2025). Proyek perbaikan jalan ini tengah dalam proses pengerjaan dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.
Pemko Banda Aceh melalui Dinas PU juga akan membangun sistem drainase di salah satu sisi jalan yang sebelumnya tidak tersedia. Hal ini bertujuan untuk mencegah genangan air yang sering terjadi saat hujan. Sebuah unit alat berat jenis excavator telah mulai beroperasi di ruas jalan tersebut.
Illiza menjelaskan bahwa pembangunan jalan sepanjang 250 meter ini menelan anggaran sebesar Rp 1,3 miliar. Ia menyatakan bahwa rencana awalnya adalah memperbaiki jalan hingga ke Simpang Rumah Pangdam. Namun, karena keterbatasan anggaran, pihaknya memprioritaskan area yang rusak parah terlebih dahulu.
“Saya sering menerima laporan dari warga, bahkan mereka mengirimkan foto saat banjir terjadi di jalan ini. Alhamdulillah, sekarang kita bisa mulai memperbaikinya. Mohon kesabaran dari warga,” ujar Illiza.
Kualitas Bangunan dan Fungsi Drainase
Karena kondisi jalan di kawasan tersebut lebih rendah dibandingkan permukiman, Wali Kota menginstruksikan kepada Kepala Dinas PU untuk membangun jalan dengan kualitas terbaik. Selain itu, ia menekankan pentingnya fungsi drainase agar tidak terjadi banjir lagi.
“Pastikan drainase dapat berfungsi dengan baik agar tidak terjadi genangan air,” pesannya.
Partisipasi Masyarakat dalam Menjaga Drainase
Illiza juga mengharapkan partisipasi aktif dari warga setempat dalam menjaga drainase setelah dibangun. Ia meminta warga untuk tidak membuang sampah sembarangan atau langsung membuang sisa tanah ke saluran air.
“Tindakan tersebut bisa menyebabkan sedimen menumpuk dan menyumbat drainase, sehingga banjir genangan kembali terjadi. Ujung-ujungnya jalan akan rusak lagi,” ujarnya.
Ia juga meminta warga untuk menyampaikan pesannya kepada Pak Keuchik agar diadakan gotong royong secara berkala demi kenyamanan bersama.
Proses Pengerjaan dan Tantangan
Proyek perbaikan Jalan Prof A Majid Ibrahim melibatkan beberapa tahapan pengerjaan. Salah satunya adalah penggunaan alat berat seperti excavator untuk menggali dan memperbaiki permukaan jalan yang rusak. Pemko Banda Aceh juga memastikan bahwa setiap langkah pengerjaan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat setempat.
Selain itu, ada beberapa tantangan yang dihadapi selama proses pengerjaan. Misalnya, masalah cuaca yang bisa memengaruhi pekerjaan konstruksi, serta koordinasi antara instansi terkait dan masyarakat.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan selesainya proyek ini, diharapkan jalan yang sebelumnya rusak parah akan kembali layak digunakan. Selain itu, adanya sistem drainase yang baik diharapkan mampu mencegah banjir genangan dan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.


Tinggalkan Balasan