Tantangan Industri Alat Kesehatan di Tengah Kenaikan PMI
Peningkatan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Oktober belum sepenuhnya dirasakan oleh sektor industri alat kesehatan (alkes). Meskipun PMI manufaktur menunjukkan adanya ekspansi, kondisi ini belum terlihat dalam kinerja sektor alat kesehatan nasional. Hal ini disampaikan oleh Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI), yang mencatat bahwa utilisasi pabrik alkes dalam negeri masih rendah.
Kondisi Industri Alkes yang Mengkhawatirkan
Sekretaris Jenderal ASPAKI Erwin Hermanto menjelaskan bahwa industri alat kesehatan dalam negeri menghadapi tekanan berat akibat efisiensi belanja pemerintah yang selama ini menjadi pasar utama produk lokal. Menurutnya, pasar alkes masih sangat bergantung pada pengadaan pemerintah, sehingga kebijakan efisiensi dan resentralisasi anggaran dari daerah ke pusat turut mempersempit pasar dan menekan pemerataan permintaan di berbagai wilayah.
“Efisiensi dan resentralisasi belanja dari daerah ke pusat berdampak negatif terhadap industri. Saat ini utilisasi pabrik alkes rata-rata berada di bawah 40%,” jelas Erwin. Ia menambahkan bahwa sejumlah produsen berada di ambang penutupan dan berpotensi melakukan pengurangan tenaga kerja akibat rendahnya permintaan.
Stabilitas dan Penurunan Permintaan
Dari sisi produk, tren barang medis habis pakai (BMHP) masih relatif stabil, namun margin terus tertekan. Sementara itu, permintaan alat kesehatan nonhabis pakai justru menurun tajam di seluruh segmen, baik pemerintah maupun swasta. “Permintaan alat kesehatan menurun drastis di semua sektor,” ujarnya.
Selain itu, persaingan dengan produk impor berharga murah, terutama dari Tiongkok, semakin memperburuk situasi industri alkes domestik. Erwin menyebutkan bahwa pola belanja kini lebih menitikberatkan pada harga dibanding kualitas. Ditambah lagi kebijakan perdagangan yang cenderung menguntungkan impor, kondisi ini semakin memojokkan produk dalam negeri.
Kekhawatiran ASPAKI terhadap Masa Depan Industri
ASPAKI khawatir jika kondisi ini berlarut, pengembangan industri alat kesehatan nasional akan terhambat dan mengurangi minat investasi baru di sektor ini. “Tanpa jaminan pasar dan dukungan kebijakan yang kuat dari pemerintah, industri alat kesehatan nasional akan sulit berkembang,” tegas Erwin.
Langkah yang Diperlukan untuk Membangkitkan Sektor Alkes
Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan langkah-langkah strategis dari pemerintah dan pelaku usaha. Salah satunya adalah memberikan dukungan kebijakan yang dapat melindungi industri dalam negeri dari ancaman produk impor. Selain itu, perlu adanya insentif bagi produsen lokal agar tetap bisa bersaing secara sehat di pasar.
Selain itu, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya produk dalam negeri juga menjadi hal yang penting. Dengan demikian, sektor alat kesehatan dapat kembali bangkit dan berkontribusi secara signifikan terhadap perekonomian nasional.


Tinggalkan Balasan