Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Dalam Pencegahan Stunting

Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini mendapat dukungan yang lebih kuat melalui kerja sama antara pemerintah, lembaga masyarakat, dan sektor swasta. Salah satu contoh nyata dari kolaborasi ini adalah partisipasi PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) dalam dua program penting, yaitu Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) dan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting.

Program TAMASYA fokus pada pengasuhan anak yang aman, sehat, dan berbasis komunitas. Tujuan utamanya adalah membantu keluarga pekerja dengan menyediakan lingkungan tumbuh kembang anak yang optimal. Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Timur, dr. Nurizky Permanajati, menjelaskan bahwa tantangan utama dalam pengasuhan anak di wilayah industri adalah keterbatasan waktu orang tua. “Banyak keluarga muda bekerja di sektor migas atau perkebunan, dan seringkali anak tidak mendapat pengasuhan yang cukup. Program seperti TAMASYA berperan mengisi celah itu,” ujarnya.

Selain itu, PHKT juga mendapatkan apresiasi atas dukungannya terhadap Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan pendampingan gizi kepada keluarga dengan anak berisiko stunting serta edukasi pola makan sehat. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten PPU, Dewi Yuliana, mengakui bahwa stunting masih menjadi masalah serius di wilayahnya. “Keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, sangat membantu. Tetapi upaya ini perlu dijaga kesinambungannya, karena stunting tidak bisa diselesaikan hanya dengan program jangka pendek,” ujarnya.

Angka Stunting yang Masih Tinggi

Meski berbagai inisiatif terus berjalan, angka stunting di sejumlah daerah di Kalimantan Timur masih tergolong tinggi. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2023, prevalensi stunting di provinsi ini mencapai lebih dari 20 persen, sedikit di atas target nasional yang ingin menurunkannya hingga 14 persen pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa masih diperlukan penguatan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha.

Beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan antara lain:

  • Peningkatan partisipasi masyarakat dalam program pencegahan stunting
  • Penguatan sumber daya dan infrastruktur pendukung program
  • Keterlibatan lebih besar dari sektor swasta dalam penyediaan layanan kesehatan dan pendidikan bagi anak-anak

Peran Sektor Swasta dalam Mendorong Perubahan

Keterlibatan sektor swasta seperti PHKT sangat penting dalam memperluas jangkauan program pencegahan stunting. Selama ini, program tersebut sering kali menghadapi kendala terkait sumber daya dan partisipasi masyarakat. Dengan adanya dukungan dari perusahaan, program dapat lebih efektif dalam mencapai targetnya.

Beberapa manfaat dari kolaborasi ini antara lain:

  • Akses yang lebih luas terhadap layanan kesehatan dan pendidikan
  • Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi dan pengasuhan anak
  • Penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi tantangan stunting

Dengan terus meningkatkan kemitraan antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, diharapkan angka stunting di Kalimantan Timur dapat terus menurun. Ini akan berdampak positif terhadap kualitas hidup generasi muda dan keberlanjutan pembangunan daerah.