Kondisi Terisolasi yang Mengkhawatirkan di Elar Selangan

Wilayah Elar Selatan, Kecamatan Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini menghadapi tantangan berat yang membuatnya terisolasi. Bukan hanya karena jalan provinsi yang rusak parah dan menjadi kubangan lumpur, tetapi juga karena gangguan jaringan Telkomsel yang tidak kunjung pulih selama lima hari terakhir.

Jalan Provinsi: Masalah yang Sudah Lama Dihadapi

Jalan provinsi yang menghubungkan Simpang Lima menuju Wukir, Desa Sangan Kalo, sudah lama menjadi masalah bagi masyarakat setempat. Di musim hujan, jalanan berubah menjadi kubangan kerbau yang dalam dan licin, sedangkan di musim kemarau, debu tebal mengganggu pernapasan warga.

Anselmus, salah satu sopir angkot, mengatakan bahwa tanpa perbaikan jalan, masyarakat harus melewati rute yang lebih jauh, seperti lewat Bajawa, untuk mencapai Borong atau Ruteng. Ia menjelaskan bahwa solusi darurat yang mereka lakukan adalah membawa sekam padi sebanyak 5-10 karung ke dalam mobil untuk mencegah ban terjebak lumpur.

“Kami seperti tinggal di daerah terlupakan,” tambah Anselmus dengan nada prihatin. Menurutnya, kondisi ini bukan hanya masalah ketidaknyamanan, tetapi juga ancaman terhadap keselamatan dan perekonomian masyarakat.

Jaringan Telkomsel: Krisis Komunikasi yang Membuat Hidup Sulit

Di tengah kesulitan menghadapi jalan yang rusak, masyarakat Elar Selatan kembali dihantam oleh masalah baru, yaitu gangguan jaringan Telkomsel. Jaringan yang berpusat dari Likan Telu mengalami kesulitan sinyal parah, bahkan mati total, selama lebih dari lima hari berjalan.

Rice, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa bahkan mengirim pesan WhatsApp saja sulit dilakukan. “Kalau sekadar kirim pesan WA saja sudah susah, apalagi kalau kami perlu mengirim dokumen penting lewat email atau mengakses layanan daring lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat hanya bisa mengandalkan tower yang tidak stabil, bahkan sering mati kalau pasokan solar untuk genset habis. Kondisi ini sangat mengganggu kehidupan digital mereka.

Permintaan Masyarakat: Keadilan Infrastruktur yang Mendesak

Sinergi antara buruknya akses fisik (jalan) dan akses digital (sinyal) membuat Elar Selatan benar-benar terisolasi. Infrastruktur yang layak adalah hak dasar masyarakat, yang menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah Provinsi (untuk jalan) dan penyedia layanan telekomunikasi (Telkomsel).

Masyarakat berharap agar janji-janji pembangunan tidak hanya menjadi wacana, tetapi segera diwujudkan dengan tindakan nyata. Selain itu, perbaikan total jalan provinsi dan penyediaan jaringan telekomunikasi yang stabil dan berkelanjutan sangat penting dilakukan.