Pemerintahan Trump Akan Menyalurkan Bantuan Pangan Terbatas
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menyalurkan bantuan pangan dalam jumlah terbatas kepada lebih dari 42 juta warga AS. Hal ini dilakukan di tengah penutupan pemerintah (shutdown) yang mendekati rekor terpanjang tanpa tanda-tanda berakhir. Penutupan pemerintah federal ini telah berlangsung selama lebih dari sebulan sejak 1 Oktober.
Departemen Pertanian AS (USDA) menyampaikan dalam dokumen pengadilan bahwa penerima Program Bantuan Nutrisi Tambahan (Supplemental Nutrition Assistance Program/SNAP), atau yang dikenal sebagai kupon makanan, hanya akan menerima separuh dari jatah bulanan mereka. Langkah ini diambil setelah pemerintah menggunakan dana darurat.
Hakim federal memberikan tenggat waktu kepada pemerintahan Trump hingga Senin (3/11/2025) untuk memaparkan rencana pendanaan program SNAP, yang biayanya mencapai sekitar 8 miliar dolar AS per bulan. Pendanaan program tersebut tertunda akibat penutupan pemerintahan federal.
Meskipun pengelolaan dilakukan oleh masing-masing negara bagian, dana program ini sepenuhnya bergantung pada pemerintah pusat yang kini tidak beroperasi. USDA mengatakan negara bagian akan memperoleh kejelasan mengenai cara penyaluran dana yang dipangkas tersebut pada akhir Senin.
Penggunaan Dana Darurat untuk Mendukung Program SNAP
Dua hakim federal di Massachusetts dan Rhode Island sebelumnya memutuskan bahwa USDA wajib menggunakan dana darurat sebesar 5,25 miliar dolar AS untuk menyalurkan sebagian manfaat SNAP kepada warga berpenghasilan rendah. Presiden Trump mengatakan ia telah meminta pengacara pemerintah untuk berkonsultasi dengan pengadilan mengenai mekanisme hukum agar dana tersebut dapat digunakan.
“Meskipun kami segera mendapatkan arahan, sayangnya hal ini akan memerlukan waktu,” ujarnya, dikutip dari BBC pada Selasa (4/11/2025).
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan, pemerintah sedang menunggu panduan hukum untuk dapat mengalihkan dana guna mendanai pembayaran SNAP. “Ada proses yang harus diikuti. Jadi, kita harus memastikan bagaimana prosedurnya,” ujarnya.
Penyebab Kekosongan Anggaran dan Dampaknya
USDA sebelumnya mengumumkan bahwa mereka tidak akan menyalurkan bantuan pangan mulai 1 November karena kekosongan anggaran, dengan menyebut “sumbernya telah kering”. Akibat keputusan itu, setengah dari negara bagian di AS dan Distrik Columbia menggugat pemerintah federal, menilai bahwa mereka memiliki kewajiban hukum untuk terus menjalankan program bantuan pangan di wilayah masing-masing.
Selain itu, sejumlah kota dan lembaga nirlaba juga mengajukan gugatan, sementara beberapa negara bagian berencana menggunakan dana sendiri untuk mempertahankan pembayaran SNAP.
Fungsi dan Manfaat Program SNAP
Program SNAP memberikan bantuan kepada warga berpenghasilan rendah untuk membeli bahan makanan pokok melalui kartu debit isi ulang. Diketahui, satu keluarga beranggotakan empat orang rata-rata menerima 715 dolar AS (sekitar Rp 12 juta) per bulan, atau setara dengan kurang dari 6 dolar AS (sekitar Rp 100.000) per hari per orang.
Kondisi ini menunjukkan betapa pentingnya program ini bagi masyarakat yang membutuhkan. Namun, dengan penutupan pemerintah yang terus berlangsung, banyak keluarga terancam kehilangan akses terhadap bantuan pangan yang menjadi kebutuhan pokok mereka.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Tantangan yang dihadapi pemerintahan Trump dalam menjalankan program SNAP menunjukkan kompleksitas sistem pemerintahan AS. Meski ada upaya untuk menggunakan dana darurat, proses hukum dan administratif tetap menjadi penghalang utama.
Masyarakat dan organisasi sosial terus mengawasi situasi ini dengan harapan adanya solusi yang cepat dan efektif. Di tengah ketidakpastian, para penerima bantuan pangan tetap berharap bahwa kondisi akan segera membaik dan kebutuhan mereka dapat terpenuhi.


Tinggalkan Balasan