Transformasi Mawar de Jongh dalam Film Sampai Titik Terakhirmu
Film terbaru yang diproduksi oleh Lyto Pictures, Sampai Titik Terakhirmu (2025), berhasil mengangkat kisah nyata perjuangan Albi dan mendiang Shella ke layar lebar. Tidak hanya sebagai drama romantis, film ini juga menyampaikan pesan mendalam tentang kesetiaan abadi, perjuangan melawan kehilangan, serta keberanian untuk merayakan hidup hingga napas terakhir.
Mawar de Jongh, sebagai pemeran utama, menunjukkan totalitas dalam memerankan sosok Shella, seorang penyintas kanker ovarium. Ia tidak hanya bertransformasi secara fisik dengan menurunkan berat badannya hingga 6 kilogram, tetapi juga berani tampil botak demi memperkuat karakternya di layar.
Proses Makeup Botak yang Memakan Waktu
Dalam film yang disutradai oleh Dinna Jasanti, Mawar menjelaskan bahwa proses makeup untuk tampilan botaknya membutuhkan waktu cukup lama. Ia mengungkapkan bahwa setiap kali syuting, proses tersebut memakan waktu sekitar tiga jam dan dilakukan beberapa kali percobaan untuk mendapatkan hasil yang terbaik.
“Waktu syuting, kita kurang lebih 3 jam untuk proses makeup botaknya dan ada beberapa kali percobaan untuk mencari gimana kira-kira yang bisa bikin bentuknya kelihatan paling bagus gitu,” ujarnya saat konferensi pers di XXI Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2025).
Mawar mengaku bahwa ia sudah memprediksi bahwa peran ini akan menjadi tantangan besar baginya. Meski begitu, ia merasa bersyukur karena dipercaya membawakan peran yang berbeda dari karakter yang biasa ia mainkan sebelumnya.
“Pertama, perasaannya ketika tahu harus tampil botak di film ini, pastinya sebuah tantangan baru karena aku tahu akan ada proses yang cukup lama di baliknya,” lanjutnya.
Emosional Saat Melihat Diri Sendiri Tanpa Rambut
Setelah melewati proses makeup dan melihat dirinya tanpa rambut, Mawar mengaku sempat merasa emosional. Ia membayangkan perasaan para penyintas kanker yang harus kehilangan mahkotanya di tengah perjuangan melawan penyakit.
“Awalnya pas ngelihat aku botak pun jujur kayak aku ngerasa, ‘Wah, gini ya rasanya kalau misalkan one day rambut aku tuh hilang dan aku enggak tahu ini bisa balik lagi atau enggak,’ dan itu rasanya sedih banget sebenarnya,” ungkap Mawar dengan mata berkaca-kaca.
Tidak hanya itu, Mawar juga melakukan transformasi fisik lewat pola hidup sehat yang disiplin. Ia menurunkan berat badan di bawah pengawasan ahli gizi agar bisa menggambarkan kondisi Shella secara realistis.
“Untuk nurunin berat badan itu aku ditemani oleh ahli gizi, makan sesuai porsi,” tambahnya.
Pujian dari Produser Film
Produser Sampai Titik Terakhirmu, Andi Suryanto, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi Mawar. Menurutnya, mencari aktris yang bersedia tampil botak di layar lebar bukan hal mudah.
“Untuk cari aktris yang pengen tampil, terutama perempuan untuk tampil botak itu tidak mudah. Karena kan rambut adalah mahkota (perempuan), ya,” tegasnya.
Andi pun menekankan bahwa keputusan seperti itu membutuhkan komitmen dan keberanian besar dari seorang aktris.
“Jadi dari awal kita memang sudah ingin banget Mawar yang memerankan, dan kita berterima kasih sekali karena Mawar sanggup untuk memenuhi tantangan ini,” ungkapnya.


Lewat transformasi fisik dan emosional, Mawar de Jongh berhasil membawa karakter Shella hidup di layar dengan penuh empati dan kehangatan. Penampilannya menjadi salah satu faktor yang membuat Sampai Titik Terakhirmu menyentuh hati penonton.


Tinggalkan Balasan