Ketersediaan Dapur SPPG di Riau Masih Jauh dari Target

Hingga awal November 2025, sebanyak 335 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah dibangun di Provinsi Riau dalam rangka mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, jumlah ini masih jauh dari target yang ditetapkan, yaitu 677 dapur. Artinya, baru sekitar 49 persen dari target yang tercapai.

Dari total 335 dapur tersebut, sekitar 180 sudah mulai beroperasi. Meskipun demikian, pengoperasian dapur MBG menghadapi beberapa tantangan, salah satunya adalah keterbatasan tenaga ahli gizi. Hal ini menjadi kendala utama, terutama di daerah-daerah terpencil seperti Meranti, di mana banyak calon tenaga menolak penugasan karena lokasi yang jauh dan sulit dijangkau.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) wilayah Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat, Dr. Syartiwidya, S.T.P., M.Si, menjelaskan bahwa masalah utama dalam pelaksanaan program MBG adalah minimnya tenaga ahli gizi. Ia menyebutkan bahwa meskipun uang masuk, kepala SPPG, dan peralatan sudah tersedia, kekurangan tenaga tetap menjadi hambatan.

Untuk mengatasi masalah ini, KPPG terus melakukan promosi dan imbauan agar lebih banyak ahli gizi bersedia bergabung dengan program ini. Widya berharap, dengan adanya partisipasi yang lebih besar, pelaksanaan program MBG bisa berjalan lebih lancar dan efektif.

Persyaratan SLHS untuk Dapur SPPG

Selain tenaga ahli gizi, keberadaan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) juga menjadi syarat wajib bagi setiap dapur SPPG. Menurut Widya, sertifikat ini harus diajukan maksimal satu bulan setelah dapur mulai beroperasi. Dinas Kesehatan Provinsi Riau memberikan dukungan dalam proses penerbitan SLHS tersebut.

Namun, pengajuan SLHS tidak mudah. Ada tiga komponen utama yang harus dipenuhi, antara lain:

  • Pengujian air bersih secara rutin
  • Pelatihan penjamah makanan untuk seluruh relawan dan organisasi BGN (sekitar 50 orang per dapur)
  • Pengisian instrumen kesehatan lingkungan

Jika ketiga komponen tersebut terpenuhi, maka sertifikat SLHS akan dikeluarkan. Widya menekankan bahwa kelengkapan ini sangat penting agar dapur SPPG dapat segera mendapatkan sertifikat dari Dinkes.

Program MBG sebagai Bagian dari Visi Indonesia Emas 2045

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Riau terus digencarkan sebagai bagian dari upaya nasional meningkatkan gizi anak-anak dan menciptakan generasi sehat. Tujuan jangka panjang dari program ini adalah membentuk generasi yang siap menuju Indonesia Emas 2045.

Meski ada tantangan dalam pelaksanaannya, KPPG tetap berkomitmen untuk mempercepat pembangunan dapur SPPG dan memastikan semua persyaratan terpenuhi. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan para ahli gizi, diharapkan program MBG bisa berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.