Angkutan Pengumpan BRT Cekungan Bandung Siap Beroperasi

Sebanyak 22 unit angkutan kota (angkot) telah disiapkan sebagai angkutan pengumpan atau feeder untuk layanan Bus Rapid Transit (BRT) Cekungan Bandung di Kabupaten Bandung. Rute yang akan dilayani oleh angkot ini adalah Soreang-Ciwidey. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan dan meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap sistem transportasi umum yang lebih efisien.

Kepala Bidang Angkutan pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, Isnuri Winarko menjelaskan bahwa sebelum beroperasi secara penuh, angkutan pengumpan tersebut akan melalui tahap uji coba. Proses ini diperlukan untuk memastikan keandalan dan keselamatan dalam penggunaannya.

“Angkutan pengumpan itu bagian dari kewenangan Pemerintah Provinsi. Kami (Dishub Kabupaten Bandung) sebatas memfasilitasi dan mendampingi. Saat ini, masih dalam tahap persiapan. Sebagaimana arahan Dishub Kabupaten Bandung, kami terus menyiapkan urusan administrasi dan teknis di lapangan,” ujar Isnuri saat diwawancarai pada Rabu (12/11/2025).

Tujuan Penggunaan Angkutan Pengumpan

Penggunaan angkot sebagai angkutan pengumpan memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, untuk menghubungkan wilayah-wilayah yang belum terjangkau langsung oleh BRT. Kedua, meningkatkan jumlah penumpang yang dapat diakomodasi oleh sistem transportasi umum. Ketiga, memberikan alternatif transportasi yang lebih murah dan mudah diakses bagi masyarakat yang tinggal di daerah pinggiran.

Selain itu, penggunaan angkot juga membantu mengurangi beban lalu lintas di jalur utama BRT. Dengan adanya angkutan pengumpan, penumpang tidak perlu melewati jalur utama BRT, sehingga mengurangi kemacetan dan meningkatkan efisiensi sistem transportasi.

Tahapan Persiapan

Meski berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi, Dishub Kabupaten Bandung tetap berperan penting dalam proses persiapan. Beberapa hal yang sedang dipersiapkan antara lain:

  • Administrasi: Penyusunan dokumen-dokumen yang diperlukan seperti izin operasional, surat tugas, dan kontrak kerja dengan pengemudi.
  • Teknis di Lapangan: Pemetaan rute, koordinasi dengan pemilik angkot, serta pelatihan kepada para pengemudi agar memahami aturan dan prosedur yang berlaku.
  • Pengawasan: Memastikan bahwa semua angkot yang digunakan sesuai dengan standar keselamatan dan kenyamanan.

Keuntungan Bagi Masyarakat

Adanya angkutan pengumpan ini diharapkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Mereka tidak lagi harus berjalan kaki atau menggunakan kendaraan pribadi untuk mencapai titik pemberhentian BRT. Hal ini sangat berguna bagi warga yang tinggal di daerah yang jauh dari jalur BRT.

Selain itu, angkutan pengumpan juga bisa menjadi solusi bagi mereka yang ingin menggunakan transportasi umum namun tidak memiliki akses langsung ke jalur BRT. Dengan demikian, layanan transportasi umum menjadi lebih inklusif dan merata.

Tantangan yang Dihadapi

Meski memiliki potensi besar, penggunaan angkot sebagai angkutan pengumpan juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah masalah koordinasi antara pihak provinsi dan kabupaten. Selain itu, ada juga isu tentang kesiapan infrastruktur pendukung seperti tempat istirahat dan terminal yang cukup.

Namun, dengan komitmen dan kerja sama yang baik, harapan besar dipegang bahwa angkutan pengumpan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.