Renungan Harian Katolik

Sabtu, 15 November 2025

Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD

Kebiasaan Berdoa dan Membaca Kitab Suci

Dalam kehidupan seorang umat beriman, doa dan membaca Kitab Suci adalah dua hal yang sangat penting. Namun, seringkali kita mengabaikan keduanya, meskipun kita mudah menggugat Allah dalam situasi sulit. Perlu diingat bahwa iman kita harus dinyatakan melalui tindakan nyata, seperti berdoa, membaca firman Tuhan, dan menghadiri Ekaristi. Dengan demikian, hidup kita menjadi lebih adil dan benar di hadapan Tuhan.

Doa sebagai Bentuk Iman

Setiap kerinduan dan kebutuhan kita harus dibawa kepada Tuhan melalui doa. Dengan sikap sabar dan tabah, kita percaya bahwa Allah akan selalu menolong kita pada waktunya. Terkadang, kita merasa bahwa doa-doa kita tidak dijawab, sehingga muncul kecenderungan untuk menggugat Tuhan. Namun, kita perlu mengingat bahwa Allah tidak pernah lalai dalam menolong umat-Nya yang setia.

Menggugat Allah atau Menyadari Kehadiran-Nya?

Kecenderungan untuk dekat dengan Tuhan hanya saat susah sepertinya sudah menjadi hal yang biasa. Kita mendesak Tuhan agar segera menjawab dan memberi solusi atas masalah besar yang kita alami. Dalam situasi ini, kita bisa saja menggugat Tuhan sebagai yang tidak peduli, bahkan menuduh-Nya sebagai penyebab segala kesulitan dalam hidup kita. Namun, kita harus sadar bahwa janji kesetiaan Allah bagi umat-Nya adalah abadi.

Kebijaksanaan dalam Hidup Beriman

Kibab Kebijaksanaan mengajarkan kita bahwa ketika kita taat kepada perintah Allah, seluruh tata hidup kita akan diubah-Nya sama sekali. Sabda-Nya bagai pelita abadi yang terus menyala menerangi lorong hidup dan sisi-sisi gelap kedosaan kita. Dalam kegelapan, sabda Tuhan menjadi pemandu yang kuat dan pasti.

Keberanian dalam Menghadapi Kesulitan

“Ketika segalanya diliputi sunyi senyap dan malam telah mencapai puncak peredarannya yang cepat maka sabda-Mu, Yang Maha Kuasa, laksana pejuang yang garang, melompat dari dalam Surga, dari atas takhta Kerajaan ke tengah-tengah negeri yang celaka. Bagaikan pedang yang tajam dibawanya perintah-Mu yang lurus.” (Keb 18:14-15). Melalui sabda-Nya yang bagai pahlawan perkasa dan pedang yang tajam, Allah menuntun umat-Nya untuk sampai kepada-Nya melalui pelbagai kesulitan dan rintangan.

Hidup yang Lurus dan Benar

Permasalahan sebesar apa pun akan terelakkan dengan cara tetap setia dan hidup menurut perintah Tuhan yang lurus. Hidup yang tidak lurus dan bengkok karena kita selalu mengikuti rancangan kita sendiri. Maka hadir aneka belenggu dalam hidup. Bijak dalam penataan hidup rohani menjadi penting agar kita tidak melalaikan orientasi keselamatan.

Kebutuhan Materi dan Keselamatan

Materi memang kita butuh, namun keselamatan bergantung pada Yesus Sang Penebus dosa dan bukan pada kesuksesan material belaka. Pemazmur bermadah tentang corak hidup orang beriman demikian, “Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib! Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib! Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersuka hati orang-orang yang mencari Tuhan.” (Mzm 105:2-3).

Tantangan dalam Hidup Sehari-hari

Allah membuka jalan keselamatan bagi kita berkat kurban Kristus di salib. Kemauan untuk setia berdoa, misa dan mendengarkan Sabda Tuhan adalah penting dan tuntutan untuk berbelas kasih kepada sesama mesti kita praktekan dalam hidup persekutuan sehari-hari. Kita komit tata hidup rohani dengan bantuan Tuhan sendiri, agar kita tidak menjadi penggugat Tuhan ketika kita terlilit pelbagai persoalan hidup.

Kesimpulan

Tuhan selalu menolong dengan berkat-berkat yang besar sesudah kita sabar menanggung belenggu hidup itu bersama-Nya. Semoga renungan ini menjadi pengingat bagi kita untuk tetap setia dalam berdoa dan menjalani kehidupan yang lurus di hadapan Tuhan. Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua.