Kemenangan Makhachev di Kelas Welter Menyulitkan Dana White

Presiden UFC, Dana White, kini menghadapi tantangan baru dalam merencanakan pertarungan berikutnya bagi Islam Makhachev setelah petarung asal Dagestan, Rusia tersebut berhasil menjadi juara kelas welter. Rekor yang dicatat oleh Makhachev tidak hanya menandai keberhasilannya dalam debutnya di kelas welter, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai salah satu atlet terbaik di sejarah UFC.

Pada acara UFC 322 yang digelar akhir pekan lalu, Makhachev tampil sebagai main event dan membuktikan ketangguhannya dengan mengalahkan Jack Della Maddalena melalui keputusan mutlak. Pertandingan ini berlangsung di Madison Square Garden, New York, Amerika Serikat. Sebagai pemegang sabuk juara kelas ringan, Makhachev menunjukkan kemampuannya untuk bersaing di kelas welter tanpa kesulitan berarti.

Dengan kemenangan ini, Makhachev kini memiliki gelar raja di dua kelas tarung berbeda di UFC. Selain itu, ia juga memperpanjang rekor tak terkalahkannya di ajang MMA yang dipimpin oleh Dana White. Petarung berusia 34 tahun ini kini mencatatkan 16 kemenangan beruntun sejak kalah dari Adriano Martins pada UFC 192 bulan September 2015 silam.

Kemenangan Makhachev tidak hanya menjadi momen penting bagi dirinya sendiri, tetapi juga memberikan tantangan besar bagi Dana White dalam menentukan lawan berikutnya. Saat ini, White menghadapi pilihan-pilihan sulit karena Makhachev kini memiliki banyak opsi untuk melanjutkan karier di kelas welter atau kelas ringan.

White menyatakan bahwa ia belum mengetahui secara pasti apakah Makhachev akan bertarung di kelas welter atau kelas ringan. Namun, ia mengakui bahwa keputusan tersebut bergantung sepenuhnya pada keinginan Makhachev.

“Kami punya banyak pilihan, dan itu tergantung apa yang ingin dia lakukan,” ujar White. “Apakah dia ingin bertahan di kelas welter atau tertarik dengan kelas ringan, saya belum tahu jawabannya.”

White juga mengungkapkan kekagumannya terhadap performa Makhachev dalam pertandingan melawan Della Maddalena. Ia mengakui bahwa kemenangan Makhachev didapat karena IQ bertarung yang tinggi. Sebelumnya, White sempat memprediksi pertandingan akan lebih sengit karena Della Maddalena telah mengalahkan Belal Muhammad, yang dikenal sebagai mimpi buruk di kelas welter.

“Saya pikir pertarungan itu akan jauh lebih sulit bagi Makhachev, Jack adalah petarung yang tangguh dan gigih,” kata White. “Dia mengalahkan Belal, dan Belal adalah mimpi buruk bagi banyak orang. Saya pikir pertarungan itu akan jauh lebih sengit daripada yang sebenarnya. Salut untuk Islam karena telah mendominasinya.”

Meski White belum memiliki gambaran jelas tentang lawan berikutnya, Makhachev sudah menunjukkan minat untuk menghadapi Kamaru Usman. Hal ini diungkapkan oleh manajernya, Ali Abdelaziz, yang menyatakan bahwa Usman akan menjadi lawan yang sangat tangguh.

“Islam bilang dia ingin Usman sebagai lawan berikutnya. Orang ini lawan yang sangat tangguh,” kata Abdelaziz. “Saya juga manajernya, dan pertarungan dengannya tidak akan mudah bagi siapa pun. Dia (Kamaru Usman) petarung sejati, dan Makhachev menginginkan pertarungan yang sesungguhnya,” imbuhnya.