Pertemuan Wakil Bupati Sikka dengan Kepala BRIN
Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi, melakukan pertemuan singkat dengan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang juga Rektor IPB University, Laksana Tri Handoko. Pertemuan ini berlangsung dalam sebuah agenda kunjungan kerja yang dilakukan belum lama ini.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan penting untuk membahas langkah-langkah strategis penguatan riset, inovasi, serta dukungan BRIN terhadap Pemerintah Kabupaten Sikka. Fokus utamanya adalah pengembangan kebijakan berbasis bukti dan pelestarian kekayaan intelektual daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Wabup Simon menyampaikan sejumlah fokus pembangunan Sikka yang memerlukan dukungan riset lebih mendalam. Beberapa di antaranya meliputi penguatan ekonomi kreatif berbasis tenun ikat, pemanfaatan potensi sumber daya alam secara berkelanjutan, serta peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam memproduksi data dan rekomendasi ilmiah untuk kebutuhan perencanaan pembangunan.
Simon Subandi menegaskan bahwa Pemkab Sikka tidak ingin hanya menjadi penerima penghargaan, tetapi ingin maju lebih jauh dengan memperkuat sistem riset daerah agar dapat menjawab tantangan pembangunan secara lebih akurat.
“Kami menyampaikan langsung kepada Pak Kepala BRIN bahwa Sikka membutuhkan pendampingan yang lebih intens, terutama dalam bidang riset terapan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Simon Subandi saat dikonfirmasi media ini, Kamis, 20 November 2025.

Ia menegaskan bahwa BRIN memiliki kapasitas dan jaringan riset nasional yang sangat strategis untuk membantu Sikka meningkatkan kualitas inovasi daerah.
“Sikka punya kekayaan budaya yang luar biasa melalui tenun ikat, punya potensi kelautan, pertanian, dan energi terbarukan. Tapi kita perlu riset yang baik supaya pengembangannya tepat dan berkelanjutan. Itulah yang kami komunikasikan secara terbuka dengan Pak Handoko,” tambahnya.
Selain isu budaya, Wabup Simon juga menyampaikan kebutuhan peningkatan kapasitas aparatur daerah. Menurutnya, banyak potensi pembangunan yang belum dapat dimaksimalkan karena minimnya data riset yang kuat dan terukur.
“Kami ingin perangkat daerah semakin siap dalam menghasilkan data, menganalisis, dan menyusun rekomendasi kebijakan berbasis bukti. Kalau risetnya kuat, program pembangunannya juga pasti lebih tepat sasaran,” ungkapnya.
Wabup Simon meyakini bahwa kolaborasi Sikka dan BRIN akan membawa dampak signifikan dalam berbagai sektor, termasuk pengembangan ekonomi kreatif, konservasi budaya, pendidikan vokasi, pertanian cerdas, hingga pengembangan energi terbarukan.
“Kami ingin masyarakat Sikka merasakan manfaat dari riset. Karena riset bukan hanya untuk dunia akademik, tetapi untuk memecahkan masalah nyata seperti pengolahan pangan, mitigasi bencana, sampai pengembangan usaha masyarakat,” tegas Simon Subandi.
Ia berharap, dengan itu arah pembangunan Sikka ke depan akan bertumpu pada penguatan data ilmiah serta pemanfaatan kekayaan intelektual lokal secara strategis.
“Kami yakin kerja sama ini akan membawa manfaat besar. Sikka harus menjadi daerah yang kuat dalam riset, kaya dalam inovasi, dan tetap berpegang pada kearifan lokal,” pungkas Wabup Simon.
Tanggapan Positif dari Kepala BRIN
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, memberikan tanggapan positif serta menegaskan komitmen lembaganya untuk terus mendorong peningkatan kualitas riset di tingkat daerah melalui kolaborasi bersama BRIDA/Bapperida serta perangkat teknis lainnya.
Sebelumnya, Pemkab Sikka berhasil meraih penghargaan “Bapperida Optimal 2025” dari BRIN. Penghargaan diberikan langsung oleh Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, kepada Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, SH, dalam acara penganugerahan BRIN yang berlangsung di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Jakarta, Senin, 27 Oktober 2025 lalu.

Kabupaten Sikka meraih penghargaan bergengsi tersebut berkat perannya dalam pelestarian inovasi budaya serta perlindungan kekayaan intelektual daerah, khususnya melalui upaya pendokumentasian dan penguatan 52 motif tenun ikat khas Sikka yang kini menjadi salah satu basis ekonomi kreatif masyarakat.
Kabupaten Sikka dinilai menunjukkan peran aktif BRIDA/Bapperida dalam menjalankan riset kolaboratif, menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Prestasi tersebut sekaligus menempatkan Sikka sebagai satu-satunya daerah di Provinsi NTT yang berhasil meraih apresiasi BRIN tahun ini, setelah bersaing dengan 187 kabupaten dan 41 kota di seluruh Indonesia.


Tinggalkan Balasan