TEHERAN, Daritimur.id –

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah Indonesia atas bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Ia juga menyatakan kesiapan Iran untuk memberikan bantuan kemanusiaan bagi para korban.

Dalam pesannya kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, pada Senin (1/12/2025), Pezeshkian menyampaikan duka cita mendalam atas bencana yang menimbulkan banyak korban jiwa tersebut.

“Atas nama pemerintah dan rakyat Iran, saya menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Prabowo Subianto dan rakyat Indonesia,” ujarnya, seraya mendoakan kesembuhan bagi para korban luka.

Pezeshkian menyatakan, Iran siap memberikan bantuan penanganan dan kemanusiaan untuk mendukung masyarakat di daerah terdampak. Ia pun berharap kondisi di wilayah Indonesia yang dilanda bencana dapat segera pulih.

Korban Banjir Sumatera: 604 Orang Tewas

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terbaru melaporkan bahwa jumlah korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor di Sumatera telah mencapai 604 orang. Data ini diperoleh dari Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB) per Senin (1/12/2025) pukul 17.00 WIB.

Menurut data Pusdatin BNPB, rincian korban di tiga provinsi terdampak adalah sebagai berikut:

Sumatera Utara: 283 jiwa

Sumatera Barat: 165 jiwa

* Aceh: 156 jiwa

Lebih lengkapnya terkait data korban bencana banjir, di Aceh, tercatat 156 orang meninggal, 181 hilang, dan 1.800 luka-luka. Sementara di Sumatera Barat, korban meninggal 165 orang, 114 hilang, dan 112 luka-luka. Sedangkan di Sumatera Utara, jumlah korban meninggal mencapai 283 orang, korban hilang 169, dan luka-luka 613 orang.

Kerusakan Infrastruktur yang Signifikan

Selain itu, data BNPB turut mencatat kerusakan infrastruktur yang cukup signifikan, di antaranya:

3.500 rumah rusak berat

4.100 rumah rusak sedang

* 20.500 rumah rusak ringan

Fasilitas publik juga terdampak, termasuk:

271 jembatan

282 fasilitas pendidikan

Bencana ini menunjukkan betapa pentingnya upaya koordinasi dan kolaborasi dalam menghadapi ancaman alam. Dengan bantuan internasional seperti yang ditawarkan oleh Iran, diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemulihan dan memberikan dukungan bagi warga yang terkena dampak.

Perlu diingat bahwa bencana alam tidak hanya mengancam kehidupan manusia, tetapi juga mengganggu stabilitas ekonomi dan sosial di suatu wilayah. Oleh karena itu, langkah-langkah pencegahan dan mitigasi harus terus ditingkatkan agar risiko bencana dapat diminimalkan di masa depan.