Peran UMKM dalam Gelaran Liga 4 Piala Governor Zona NTT El Tari Memorial Cup
Gelaran Liga 4 Piala Gubernur Zona NTT El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV Ende tahun 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi sepak bola, tetapi juga memberikan peluang ekonomi bagi warga dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Ende. Selama penyelenggaraan turnamen, banyak warga yang memanfaatkan momen ini untuk mencari penghasilan tambahan.
Warga dan Pelaku UMKM Beradu Nasib
Selama 28 tim peserta ETMC XXXIV Ende berlaga di lapangan, warga dan pelaku UMKM juga berusaha mendapatkan rejeki dari kehadiran penonton yang datang menonton pertandingan di Stadion Marilonga. Meski suasana di luar stadion berbeda dengan di dalam, harapan mereka sama: mendapatkan hasil terbaik.
Perse Main
Dewi Purwanti dan Mama Tiro adalah dua contoh dari sekian banyak warga dan pelaku UMKM yang berjualan selama gelaran ETMC XXXIV Ende berlangsung sejak tanggal 9 November 2025 hingga saat ini menjelang puncak turnamen.
Menurut Dewi, tidak semua pertandingan membuat lapaknya dikunjungi pembeli. Hanya pertandingan tim-tim tertentu saja yang memberikan dampak besar terhadap pendapatannya.
“Tergantung, tidak semua tim main selalu ramai. Misalnya, kalau Perse Ende main itu biasanya penghasilannya alhamdulillah lumayan, laku sekali,” kata Dewi Purwanti beberapa waktu lalu.
Pada saat tim tuan rumah melakoni babak 16 besar melawan Persematim Manggarai Timur, Kamis (27/11/2025), Dewi bahkan mendapat penghasilan hingga dua juta rupiah lebih dari hasil berjualan gorengan dan beberapa cemilan lainnya.
Jika tim-tim selain tuan rumah, Dewi mendapatkan penghasilan rata-rata Rp 500-600 ribu. “Karena kan yang jualan bukan kami saja, di dalam stadion dan di halaman stadion juga ada yang jualan juga jadi kita berbagi.”
Selama mengadu nasib mengais-ngais rejeki di Marilonga selama gelaran ETMC XXXII, Dewi mengaku sudah mendapat penghasilan di atas Rp 20 an juta dari hasil berjualan gorengan dan beberapa cemilan lainnya.
Dewi Purwanti yang merupakan pelaku UMKM yang kerap berjualan di lapangan Pancasila, kini mengadu nasib di Marilonga. Bukan baru kali ini, setiap event sepakbola yang digelar di Marilonga, Dewi Purwanti selalu ikut ambil bagian. Selain event sepakbola yang digelar di Marilonga, Ia juga kerap ikut berpartisipasi dalam event-event lokal di Kabupaten Ende.
“Saya sudah sering ikut berjualan di event-event dan kami berterima kasih sekali dengan Bapak Bupati karena beliau itu selalu melibatkan kami, kami yang UMKM kecil ini selalu masuk dalam acara-acara yang beliau adakan,” kata Dewi Purwanti.
Penghasilan yang Lumayan
Sama halnya dengan Mama Tiro, warga Kelurahan Rewarangga Selatan, Kecamatan Ende Timur yang memanfaatkan event ETMC XXXIV Ende untuk mencari penghasilan tambahan. Ibu rumah tangga itu mengaku, dia baru berjualan makanan dan minuman ringan saat ETMC XXXIV di gelar di Ende sejak pembukaan awal November lalu hingga kini menjelang puncak turnamen.
Selama berjualan di halaman Stadion Marilonga, Mama Tiro mengaku mendapatkan penghasilan yang lumayan banyak meskipun tidak pertandingan selalu ramai.
“Penghasilannya lumayan dari pembukaan sampai sekarang, kalau penontonnya banyak berarti pemasukan lumayan juga, tapi kalau tim-tim dari jauh yang main berarti sepi, pembeli paling ramai itu biasanya saat Perse, PSN Ngada dengan Maumere, selain itu saat Flotim, FU main itu penghasilan kami juga lumayan, kalau tim-tim yang dari luar Flores itu biasanya sepi pembeli,” kata Mama Tiro, Senin (1/12/2025) malam di stand UMKM miliknya di halaman stadion.
Dalam satu malam, Mama Tiro mengaku bisa mendapatkan Rp 500 ribu. Namun, ia akan mendapat penghasilan di atas Rp 500 ribu saat pertandingan tuan rumah Perse Ende dan beberapa tim asal Pulau Flores yang mempunyai banyak pendukung.
Ia mengaku belum menghitung jumlah keseluruhan penghasilannya sejak pembukaan hingga saat ini namun ia menyebut lumayan banyak penghasilan yang ia dapatkan.
“Sebelumnya saya tidak jualan, kebetulan ini main bola jadi saya jualan, tapi setiap kali event bola saya selalu jualan disini,” ujar Mama Tiro.
Meski sempat tidak diberikan akses oleh pihak panitia untuk berjualan di halaman Stadion Marilonga selama gelaran ETMC XXXII Ende, kini Mama Tiro mengucapkan terima kasih kepada pihak panitia yang sudah memberikan ruang untuk mereka mencari rejeki. Ia juga berharap, Pemerintah Kabupaten Ende membuka lapak khusus untuk mereka agar bisa berjualan di Stadion Marilonga.


Tinggalkan Balasan