Pertamina Patra Niaga bekerja sama dengan Pemerintah Aceh melakukan peninjauan langsung ke Fuel Terminal (FT) Krueng Raya sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan layanan distribusi BBM di Aceh pasca-bencana banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah wilayah. FT Krueng Raya berperan penting sebagai titik suplai strategis bagi wilayah Pidie Jaya, Pidie, dan Bireuen. Saat ini, penyaluran BBM sementara dialihkan dari Integrated Terminal (IT) Lhokseumawe.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Muhammad Nasir, memastikan bahwa proses penyaluran energi berjalan optimal dalam kondisi pascabencana saat ini. Muhammad Nasir menyampaikan bahwa melalui koordinasi intensif dengan Pertamina Patra Niaga, upaya percepatan distribusi BBM terus dilakukan agar kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi seiring proses pemulihan yang sedang berlangsung.
Nasir menambahkan bahwa pihaknya mengapresiasi Pertamina Patra Niaga yang telah berkoordinasi secara aktif dengan Pemerintah Aceh sejak awal bencana untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. Ia juga mengimbau masyarakat Aceh untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan harian.
“Kami berharap masyarakat Aceh tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan harian. Pemerintah Aceh dan Pertamina Patra Niaga terus memaksimalkan upaya distribusi BBM maupun LPG, termasuk dukungan pengiriman melalui jalur laut menggunakan 2 kapal Aceh Hebat untuk wilayah yang akses daratnya masih terganggu,” ujar Nasir dalam keterangannya, Sabtu (6/12).
Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, menegaskan bahwa perusahaan telah menyiapkan berbagai langkah strategis baik yang sudah berjalan maupun yang sedang dipercepat untuk mempercepat pemulihan penyaluran BBM dan LPG. Penguatan suplai terus dilakukan dengan seluruh moda transportasi seperti dari jalur laut, melalui pengiriman 9 skid tank bermuatan LPG 15 MT, BBM untuk kebutuhan evakuasi serta alat berat sebanyak 24 KL, serta 4 tambahan armada mobil tangki BBM yang dikerahkan untuk memperkuat distribusi.
Selain itu, untuk wilayah yang masih terisolir akibat akses darat yang belum pulih sepenuhnya, Pertamina Patra Niaga juga memaksimalkan pengiriman lewat jalur udara. Pengiriman BBM ke Aceh Tengah dan Bener Meriah telah dilakukan menggunakan pesawat perintis dan saat ini juga akan terus dioptimalkan penyaluran BBM menggunakan pesawat Hercules maupun perintis untuk mempercepat suplai ke wilayah yang sulit dijangkau.
Achmad juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu percepatan pemulihan distribusi energi di Aceh. Ia menuturkan bahwa dukungan lintas instansi berperan penting dalam memastikan penyaluran berjalan lebih cepat. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Aceh dan KSOP Batam atas dukungan yang sangat signifikan dalam pengoperasian dua kapal Aceh Hebat milik Pemprov serta armada kapal angkutan penumpang dan barang dari Batam yang membawa mobil tangki LPG. Dukungan ini menjadi bagian penting dari percepatan penambahan suplai LPG di Aceh,” ujarnya.
Achmad menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Aceh dan seluruh pemangku kepentingan, memastikan pasokan dan layanan di SPBU tetap optimal serta percepatan penyaluran ke daerah terdampak berjalan semakin baik.
Usai meninjau FT Krueng Raya, Achmad Muchtasyar melanjutkan pengecekan pelayanan SPBU 13.232.413 Lhong Raya untuk memastikan kelancaran operasional dan pelayanan kepada masyarakat. “Upaya percepatan distribusi dilakukan secara menyeluruh, baik di wilayah perkotaan maupun di daerah yang terdampak langsung bencana. Dengan kerja sama semua pihak, kami berharap proses penyaluran berjalan semakin lancar, khususnya di area yang tengah menghadapi tantangan akses,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan