Penanganan Bencana di Sumatra oleh Relawan KMPLHK RANITA UIN Jakarta
KMPLHK RANITA UIN Jakarta telah mengirimkan para relawannya ke lokasi bencana di Sumatra selama satu minggu terakhir. Para relawan ini dibagi menjadi tiga tim yang masing-masing bertugas di daerah-daerah yang terkena dampak banjir dan tanah longsor. Tim 1 berada di Gayo Lues, Aceh. Tim 2 berada di Sibolga, Sumatra Utara. Sedangkan Tim 3 berada di Agam, Sumatra Barat.
Relawan yang pertama kali tiba di lokasi bencana telah melakukan berbagai aksi kemanusiaan. Mereka melakukan operasi Search and Rescue (SAR) untuk mencari korban banjir bandang yang hilang atau tertimbun tanah longsor. Selain itu, mereka juga menyalurkan bantuan kepada para penyintas di beberapa titik pengungsian.
Berdasarkan data yang dikumpulkan dari laporan para relawan di setiap lokasi bencana, dampak dari banjir dan tanah longsor di Sumatra hampir serupa. Beberapa kerusakan yang terjadi antara lain adalah jalan-jalan utama yang terputus atau rusak, gangguan pada jaringan komunikasi, banyaknya korban jiwa akibat banjir atau tertimbun tanah longsor, serta kerusakan-kerusakan lainnya. Kerusakan-kerusakan tersebut menyebabkan kendala dalam proses respons darurat.
Menurut hasil olahan data dari Tim Posko “Bersama Sumatra”, relawan Ranita di Gayo Lues, Aceh menghadapi kendala terbesar dalam respons darurat. Hal ini disebabkan oleh letak geografis yang sangat berbukit-bukit dan berada di daerah dataran tinggi. Oleh karena itu, Gayo Lues dikenal dengan julukan “Kabupaten Seribu Bukit”.
Dampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Seribu Bukit ini menjadi tantangan besar dalam proses mitigasi bencana. Akses menuju lokasi bencana sangat sulit dijangkau, proses pendistribusian bantuan terhambat, jaringan komunikasi tidak stabil, sehingga menyebabkan kekurangan bahan pokok.
Untuk itu, hari ini (7/12), KMPLHK RANITA UIN Jakarta kembali menurunkan relawan untuk proses mitigasi bencana di Gayo Lues, Aceh. Dalam sebuah kesempatan, ketua tim posko “Bersama Sumatra”, Nurhidayat mengungkapkan:
“Kami menurunkan dua relawan lagi untuk bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues. Relawan yang berangkat hari ini bernama Zakaria Rahmat “Jab-jab” Pratomo dan Abdul “Gatra” Mannan. Jadi di Gayo Lues sendiri, akan ada 3 relawan kami yang melakukan proses emergency response,” ungkap Nurhidayat.
Relawan Jab-jab dan Gatra telah berangkat pada pukul 06.23 WIB menggunakan pesawat dari bandara Soekarno-Hatta dan tiba di bandara Kualanamu Medan pada pukul 09.18 WIB. Setelah itu, mereka akan menempuh perjalanan darat dari Medan menuju Gayo Lues.
KMPLHK RANITA UIN Jakarta mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang mempercayakan donasinya kepada kami. Sampai saat ini, relawan KMPLHK RANITA UIN Jakarta masih terus melakukan operasi SAR, assessment kebutuhan, dan koordinasi bantuan untuk penyintas di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Dukungan dari semua pihak atau masyarakat sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak di lapangan. Kami masih menerima donasi untuk disalurkan langsung ke para penyintas bencana di Sumatra. Donasi akan kami berikan 100% untuk masyarakat terdampak. Silahkan kirimkan donasi melalui rekening kami, BNI 0733103399 a.n KMPLHK RANITA UIN JAKARTA atau bisa kontak 085715882862 (Nurhidayat).


Tinggalkan Balasan